Turis Malaysia yang “Mati Otak” Mendonorkan Organnya di Fujian, Tiongkok, Netizen Mengungkapkan Keterkejutan : “Sungguh Mengerikan untuk Dipikirkan”

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Baru-baru ini media resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT) sering memberitakan kasus pasien rumah sakit yang “meninggal otak lalu mendonorkan banyak organ”. Hal ini memicu kecurigaan kuat dari publik bahwa kasus-kasus tersebut mungkin terkait dengan praktik pengambilan organ secara paksa. Baru-baru ini, seorang turis asal Malaysia juga mengalami kejadian serupa di Provinsi Fujian. Banyak netizen berseru bahwa “tangan hitam kini menjangkau orang asing”.

Menurut laporan media Hong Kong dan Malaysia, pada akhir Februari tahun ini seorang instruktur selam keturunan Tionghoa dari Malaysia bernama Guo Jiajun pergi berwisata ke Provinsi Fujian, Tiongkok, bersama pacarnya. Ia mengalami kecelakaan mendadak dan kemudian dilaporkan “meninggal otak akibat luka yang terlalu parah”. Ia meninggal dunia pada usia 34 tahun.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa ibu dan kakak perempuannya datang ke Fuzhou dari Malaysia dan Dubai untuk memberikan perpisahan terakhir. Sang ibu kemudian memutuskan untuk “menghormati semangat almarhum yang suka membantu orang lain” dengan menyetujui donasi organ.

Melalui pengaturan Red Cross Society of China cabang Fuzhou, pada Jumat pekan lalu (6 Maret) dilakukan operasi transplantasi organ. Dokter mengambil hati, ginjal, dan jaringan kornea miliknya. Laporan tersebut menyatakan bahwa organ-organ itu “membantu tiga orang mempertahankan hidup dan dua orang kembali mendapatkan penglihatan”.

Disebutkan pula bahwa ini adalah kasus pertama yang disebut sebagai donor organ dari warga negara asing di Provinsi Fujian, Tiongkok.

Netizen Merasa Curiga

Setelah berita tersebut menyebar, banyak netizen di Taiwan mempertanyakan kejadian tersebut, misalnya dengan komentar:

Beberapa netizen dari Malaysia bahkan berseru:  “Apakah sekarang mereka mulai mengulurkan tangan ke orang asing?”

Kecurigaan Bukan Tanpa Alasan

Keraguan dari netizen dianggap bukan tanpa dasar. Bertahun-tahun lalu pernah muncul laporan bahwa beberapa turis dari Taiwan dan tempat lain yang menjalani perawatan atau operasi di Tiongkok secara misterius kehilangan satu ginjal setelah operasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, media resmi Tiongkok juga sering memberitakan kasus pasien yang “meninggal otak lalu mendonorkan banyak organ”. Netizen menduga bahwa rumah sakit mungkin terlebih dahulu menemukan kecocokan penerima organ, lalu secara sengaja menciptakan kondisi “kematian otak”.

Dalam laporan media resmi tersebut, beberapa kasus “kematian otak” bahkan disebut berawal dari kejadian yang sangat aneh, misalnya:

Namun setelah masuk rumah sakit, kondisi pasien tiba-tiba memburuk dan kemudian dinyatakan “meninggal otak” karena berbagai alasan yang tidak jelas.

Cerita Netizen di Media Sosial

Di media sosial, beberapa netizen juga menceritakan pengalaman bahwa kerabat mereka yang dirawat di rumah sakit pernah diberitahu telah mengalami “kematian otak”. Namun demikian, setelah keluarga menolak keras untuk mendonasikan organ, pasien tersebut secara “ajaib” pulih kembali. (Hui)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jumlah Penumpang Whoosh Diprediksi Bakal Meningkat pada Lebaran 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Arus Mudik di Lingkar Gentong Tasikmalaya Terpantau Lengang, Kemacetan Diprediksi H-2 Lebaran
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Kakorlantas Tegaskan Keselamatan Pemudik Jadi Prioritas, Satu Nyawa Sangat Berharga
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Ketika Meme Menjadi Senjata Propaganda di Era Digital
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Perang Timur Tengah Memanas! Trump Buka Suara-Iran Serang Israel & Basis Militer AS | SAPA PAGI
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.