Beauty, film drama keluarga Jangan Buang Ibu resmi diperkenalkan kepada publik melalui sebuah jumpa pers yang menghadirkan para pembuat film dan pemainnya. Film produksi LEO Pictures ini mengangkat kisah emosional tentang hubungan anak dan ibu, sekaligus menjadi pengingat tentang pentingnya perhatian serta kehadiran keluarga bagi orang tua, terutama saat memasuki usia lanjut.
Film yang disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan diproduseri Agung Saputra ini menampilkan cerita keluarga yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Deretan pemain lintas generasi seperti Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Dwi Sasono, hingga Erika Carlina turut terlibat dalam film ini.
Produser Agung Saputra menjelaskan bahwa ide menghadirkan film tersebut muncul dari keinginan untuk menyampaikan pesan kuat tentang keluarga kepada penonton Indonesia.
“Yang sangat sayang sama keluarga. Jadi, kalau bikin tema keluarga itu kayak ada sesuatu yang pengin disampaikan kepada penonton Indonesia. Karena ibu adalah rumah, rumah adalah segalanya. Jadi biar anak-anak kembali mengingat bahwa ibu adalah segalanya untuk kehidupan kita baik dulu, masa kini, atau masa nanti,” ujar Agung Saputra.
Menurut Agung, film ini sengaja dibuat dengan cerita yang dekat dengan realitas masyarakat, tetapi tanpa menghakimi siapa pun.
“Kita pengennya tuh relate banget sama masyarakat Indonesia. Tapi kita nggak bikin kalau judulnya kan memang benar-benar ‘Jangan Buang Ibu’ gitu, tapi di sini kita tidak membuat cerita yang sebagai anak durhaka atau ini. Nonton aja nanti baru mengerti bahwa ibu juga di hari tuanya hanya pengen ditemani, pengen diperhatikan,” katanya.
Sutradara Hadrah Daeng Ratu juga mengungkapkan bahwa proses pembuatan film ini memunculkan banyak kenangan pribadi tentang hubungan anak dan ibu.
“Saya merasa sangat bangga membuat film Jangan Buang Ibu, diberi kesempatan untuk membuat film drama yang sangat hangat dan mengharukan. Karena rasanya berkali-kali nonton ketika preview, berkali-kali air mata aku jatuh,” kata Hadrah.
Ia menambahkan bahwa selama proses produksi, banyak memori personal yang muncul dan membuatnya semakin menyadari peran penting seorang ibu dalam kehidupan.
“Ketika proses pembuatan film ini, seru banget, menyenangkan banget karena banyak banget memori-memori yang hadir dari relationship anak dan ibu. Aku jadi makin sadar dan makin yakin kalau aku hari ini adalah karena doa ibu,” ungkapnya.
Executive producer sekaligus pemain, Yasmin Napper, juga mengaku tertarik bergabung dalam proyek ini karena kedekatannya dengan sang ibu.
“Aku happy banget bisa kerja bareng lagi sama LEO Pictures. Dan juga aku milih untuk ikutan di project ini karena kebetulan aku deket banget sama ibu aku. Dan aku merasa bahwa kayaknya everyone has a relationship with their mother no matter what the form is,” kata Yasmin.
Film Jangan Buang Ibu sendiri mengisahkan Ristiana, seorang ibu tunggal yang membesarkan tiga anaknya setelah sang suami meninggal dunia. Ketika memasuki usia senja, ia justru menghadapi kenyataan pahit ketika harus hidup jauh dari anak-anaknya.
Kisah tersebut menyoroti luka batin, kesepian, dan kerinduan seorang ibu terhadap perhatian keluarga. Film ini dijadwalkan tayang pada momen liburan tahun ini.





