Bisnis.com, SURABAYA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi meski harga minyak dunia tengah bergejolak akibat krisis global yang dipicu oleh eskalasi konflik bersenjata di kawasan Jazirah Arab.
Sigit membeberkan bahwa berdasarkan hasil dari koordinasi di tingkat pemerintah pusat telah menetapkan bahwa masyarakat tidak akan dibebankan dengan kenaikan harga BBM dalam waktu dekat, apalagi jelang momentum perayaan hari raya Idulfitri.
“Alhamdulillah, dari berbagai langkah yang dilakukan pemerintah terkait potensi kenaikan harga minyak sudah dirapatkan, masyarakat tidak usah khawatir. Khususnya, terhadap harga BBM yang selama ini dalam subsidi pemerintah, baik itu RON 92, RON 90, dan solar,” ungkap Sigit di Surabaya, Minggu (15/3/2026).
Selain itu, Sigit pun mengimbau kepada segenap masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing untuk melakukan aksi borong atau panic buying. Menurutnya, stok dan distribusi BBM telah diatur supaya tetap terjaga di seluruh penjuru Tanah Air.
“Pemerintah tetap akan memberikan subsidi, sehingga masyarakat tidak usah terlalu khawatir dan kemudian justru terjadi panic buying,” tegasnya.
Selain itu, Kapolri juga memaparkan visi strategis pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan pangan dan energi dengan mengurangi ketergantungan pada rantai pasok global yang rentan, hilirisasi industri, hingga memanfaatkan bonus demografi.
Baca Juga
- Konsumsi BBM Diramal Melonjak saat Mudik Lebaran, Harga Berisiko Melambung?
- Siasat Pemerintah Jaga Pasokan BBM Jelang Lebaran Kala Pasokan Minyak Terganggu Perang
- Prabowo Minta Skenario WFH dan Kurangi Hari Kerja, Jika Terjadi Krisis BBM
“Di satu sisi juga, kita terus ingin agar semua yang ada kemudian kita hadapi bersama dan utamanya adalah manakala seluruh potensi bangsa yang kita miliki ini bersatu untuk kemudian ke depan kita bersama-sama bisa berdiri di atas kaki sendiri dengan mendorong program-program Bapak Presiden [Prabowo],” pungkasnya.





