Demi Hasilkan Air Berkualitas, WTP PIK2 Gunakan Teknologi Belanda hingga Jepang

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pengolahan air bersih di kawasan perkotaan kini makin mengandalkan teknologi modern untuk memastikan kualitas air tetap aman bagi masyarakat.

Di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), sistem Water Treatment Plant (WTP) mengombinasikan berbagai teknologi pengolahan air dari sejumlah negara untuk menghasilkan air dengan standar kualitas air minum.

BACA JUGA: Distrik Bisnis PIK2 Pesat, Laba CBDK Melonjak 48 Persen di 2025

Instalasi pengolahan air itu memanfaatkan air baku dari Sungai Tahang serta pasokan dari PDAM yang kemudian diolah melalui beberapa tahapan penyaringan sebelum disalurkan kepada penghuni kawasan.

Air yang berasal dari Sungai Tahang terlebih dahulu dipompa menuju proses pretreatment, yaitu tahap pengolahan awal secara kimia dan fisika untuk mempersiapkan air sebelum masuk ke tahap penyaringan lanjutan.

BACA JUGA: Laba Pantai Indah Kapuk Dua Melonjak 83 Persen, PIK2 Menguat sebagai Kota Pesisir Modern

Setelah itu, air disaring menggunakan teknologi membran ultrafiltration yang memiliki ukuran pori sangat kecil, yakni sekitar 0,01 mikron. Dengan ukuran tersebut, partikel mikro seperti virus maupun bakteri tidak dapat melewati membran penyaring.

Selain penyaringan, air juga menjalani proses reverse osmosis, yaitu pemisahan antara air dan kandungan garam yang mungkin terdapat dalam air baku. Proses itu penting mengingat lokasi kawasan PIK2 yang relatif dekat dengan wilayah pesisir.

BACA JUGA: Bukan Kafe Biasa, Rumah Palembang di PIK2 Jadi Hidden Spot untuk Santai & Staycatio

Air yang telah melalui berbagai tahapan penyaringan kemudian dialirkan ke reservoir atau bak penampungan sebelum akhirnya didistribusikan ke rumah-rumah penghuni.

Sementara itu, air yang berasal dari PDAM tidak perlu melalui proses pretreatment maupun reverse osmosis karena sudah berstatus air bersih. Air langsung masuk ke UF feeder tank untuk menjalani proses ultrafiltration sebelum masuk ke reservoir.

Water Treatment Plant Director Agung Sedayu Group Chrisnadi Pantjaindria menjelaskan bahwa sistem pengolahan air di WTP PIK2 memanfaatkan sejumlah teknologi filtrasi dari berbagai negara.

“Proses penyaringan pertama menggunakan Dissolved Air Flotation (DAF) dengan kapasitas 83 liter per detik. Alat ini merupakan teknologi buatan Belanda dengan merek Redox,” ungkap Chrisnadi.

Menurutnya, perawatan alat tersebut dilakukan setiap hari untuk memastikan sistem pengolahan air dapat berjalan secara optimal.

“Maintenance dilakukan harian dengan membersihkan sludge serta melakukan pengecekan pada rotor,” tambahnya.

Setelah melalui tahap tersebut, air kemudian diproses kembali menggunakan Manganese Green Sand (MKS) dengan kapasitas 2 x 35 liter per detik.

“Media penyaringnya menggunakan manganese green sand dan alatnya berasal dari Brasil. Perawatannya dilakukan dengan proses backwash secara berkala setiap hari,” jelas Chrisnadi.

Tahap berikutnya yakni penyaringan menggunakan teknologi Ultra Filtration (UF) yang memiliki kapasitas 4 x 25 liter per detik. Sistem ini merupakan produk dari Jepang dan dilengkapi mekanisme backwash otomatis setiap satu jam untuk menjaga performa membran tetap optimal.

Setelah melalui proses ultrafiltration, air kembali diproses menggunakan teknologi Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) dengan kapasitas 2 x 19 liter per detik.

Chrisnadi menjelaskan bahwa perawatan sistem BWRO dilakukan secara berkala setiap dua bulan atau ketika tekanan diferensial mencapai batas tertentu.

“Maintenance dilakukan setiap dua bulan atau ketika delta pressure sudah di atas tiga bar,” ujarnya.

Selain teknologi penyaringan berlapis, instalasi WTP PIK2 juga dilengkapi reservoir dengan kapasitas sekitar 10.000 meter kubik yang berfungsi menjaga stabilitas distribusi air ke seluruh kawasan.

Menurutnya, sistem pengolahan air tersebut dirancang secara modular sehingga tetap dapat beroperasi meskipun sebagian unit sedang menjalani proses perawatan.

“Jika ada unit yang sedang maintenance, supply air tetap berjalan karena sistem pengolahan dirancang modular. Unit lain tetap beroperasi sehingga distribusi air tidak terganggu,” lanjutnya.

Dari sisi kualitas, hasil pengujian menunjukkan bahwa air hasil pengolahan WTP PIK2 berada jauh di bawah batas baku mutu yang ditetapkan pemerintah.

Tingkat kekeruhan air atau turbidity tercatat hanya 0,19 NTU, jauh di bawah standar yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

Sementara itu, nilai pH air tercatat 7,71, masih berada dalam rentang standar yang ditetapkan pemerintah yaitu antara 6,5 hingga 8,5.

Adapun nilai Total Dissolved Solid (TDS) atau jumlah zat terlarut dalam air tercatat 16,54 mg per liter, jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan yaitu 300 mg per liter.

Selain pemantauan internal oleh tim teknis, kualitas air di WTP PIK2 juga diuji secara berkala oleh laboratorium independen.

Pengujian tersebut dilakukan oleh SGS, laboratorium yang telah terakreditasi ISO 17025 oleh Komite Akreditasi Nasional. SGS melakukan pengujian sampel air setiap bulan di lokasi WTP PIK2.

Berdasarkan hasil pengujian terhadap sampel outlet WTP PIK2 dengan nomor sampel SID BOG 10.30.357, seluruh parameter kualitas air berada dalam rentang baku mutu yang ditetapkan dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.

Selain itu, hasil pemeriksaan dari UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah juga menunjukkan bahwa kualitas air hasil pengolahan WTP PIK2 berada di bawah batas baku mutu yang diperbolehkan.

Dengan kombinasi teknologi penyaringan modern dan sistem pengawasan kualitas yang dilakukan secara berkala, instalasi WTP PIK2 menjadi salah satu infrastruktur penting yang mendukung ketersediaan air bersih bagi kawasan tersebut. (ikl/jpnn)


Redaktur : Dedi Yondra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Chelsea tumbang di tangan Newcastle United di Stamford Bridge
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Soroti IPLM Nasional Rendah, Lestari Moerdijat Sebut Daya Saing Bangsa Terancam
• 5 menit lalujpnn.com
thumb
Menhub dan Gubernur Jabar Turun Langsung Pantau Jalur Mudik Pantura
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
25 Persen Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Arus Mudik di Tol Masih Terkendali
• 10 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Kementerian ESDM Buka Ruang Diskusi Penerapan Teknologi VRS di SPBU
• 16 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.