Cegah Kekerasan, Kemenag Dorong Pesantren Jadi Lingkungan Aman dan Ramah Santri

okezone.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyoroti pembentukan karakter santri sebagai fondasi penting bagi masa depan bangsa. Pendidikan pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan penghormatan terhadap sesama.

Kemenag terus mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang ramah bagi santri. Program pesantren ramah anak menjadi salah satu langkah untuk memastikan pendidikan berlangsung dalam suasana yang aman dan penuh kasih.

“Sering muncul kasus kekerasan yang disebut sebagai kasus pesantren, padahal tidak semuanya terjadi di pesantren,” ujar Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said, saat menghadiri Takjil Pesantren, di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, dikutip ,Minggu (15/3/2026).

Baca Juga :
Usai Bertemu Presiden Prabowo, Menag Sebut Nuzulul Quran Akan Digelar di Istana Negara

Dia mengungkapkan, bahwa kegiatan Takjil Pesantren merupakan bagian dari upaya menyapa santri di berbagai daerah.

Program ini diharapkan dapat memperkuat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi pesantren di berbagai daerah dalam upaya memperkuat karakter santri inspiratif.

“Karena itu kami memiliki program pesantren ramah anak agar santri menjadi anak-anak yang disayangi di lingkungan pesantren,” pungkasnya.

Baca Juga :
Menag Nasaruddin Umar Bantah Isu Zakat untuk MBG!

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama Farid F. Saenong mengajak para santri mengambil pelajaran dari kisah Nabi Musa dalam Alquran.

Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan pentingnya ketekunan dalam menuntut ilmu dan kerendahan hati di hadapan Allah.

“Dalam Surat Taha ada rekaman pertanyaan Allah kepada Nabi Musa: ‘Apa yang ada di tangan kananmu wahai Musa?’ Nabi Musa menjawab bahwa itu adalah tongkat,”ujarnya

Baca Juga :
Kenapa Sidang Isbat Jadi Mekanisme Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan? Ini Kata Menag

“Para ulama menjelaskan percakapan itu menunjukkan nikmatnya berdialog dengan Allah sekaligus menggambarkan kegigihan Nabi Musa dalam menuntut ilmu,” lanjut Farid Saenong.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PBB Nyatakan Prihatin Atas Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Aktivis KontraS
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Berbuka Puasa Ditemani Suasana Kolonial Bangunan Batavia di Jajaghu Restoran
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Tiga Bupati di Jateng Terjaring OTT KPK, Ingin Cepat Balik Modal Diduga Jadi Sebab Korupsi
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Persija Jakarta Tak Peduli Dewa United Tersingkir dari Asia, Mauricio Souza: Fokus Kami Meraih Tiga Poin!
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.