Terkini, Makassar – Bisnis emas Bank Syariah Indonesia (BSI) terus menunjukkan pertumbuhan positif. Di wilayah kerja BSI Makassar yang mencakup Sulawesi, Maluku, dan Papua, pertumbuhan bisnis emas tercatat mencapai sekitar 30 persen (year-on-year/yoy) pada awal tahun ini.
Hal ini disampaikan Regional CEO Region 10 BSI Makassar, Sukma Dwie Priardi, usai pembukaan BSI Fest di Trans Studio Mall Makassar pada Kamis, 12 Maret 2026.
Menurut Sukma, BSI punya dua lisensi penting yang menjadi kekuatan dalam pengembangan bisnis, yakni sebagai bank syariah dan sebagai bank emas. Dengan dua lisensi ini, BSI dapat menghadirkan berbagai layanan investasi emas berbasis syariah kepada masyarakat.
“Perkembangan bank emas luar biasa. Secara nasional kelolaan emas kita sudah mencapai sekitar 22,5 ton dan jumlah nasabahnya meningkat pesat hingga sekitar 830 ribu,” ujar Sukma.
Khusus untuk wilayah kerja BSI Makassar yang meliputi Sulawesi, Maluku, dan Papua, pertumbuhan juga tergolong signifikan. Saat ini jumlah nasabah emas di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 80 ribu orang dengan total kelolaan hampir 90 kilogram emas.
BSI menghadirkan promo pembelian emas dengan cicilan DP nol persen, selama event BSI Fest di Trans Studio Mall, 12-15 Maret 2026.(terkini.id/hasbi)“Insyaallah peningkatannya luar biasa. Sampai 11 Maret pertumbuhannya sekitar 30 persen,” katanya.
Sukma menjelaskan, emas menjadi salah satu instrumen investasi dinilai aman dan mudah diakses masyarakat. Selain itu, emas juga dikenal relatif tahan terhadap berbagai situasi ekonomi sehingga sering dijadikan pilihan investasi jangka panjang.
“Emas ini kita lihat sebagai instrumen investasi yang aman dan sederhana, serta menjadi alternatif investasi yang terbukti tahan dalam berbagai situasi,” ujarnya.
Dalam rangka menyemarakkan Ramadan, BSI juga menghadirkan berbagai promo khusus selama penyelenggaraan BSI Fest yang berlangsung pada 12–15 Maret 2026. Di antaranya promo pembelian emas dengan uang muka (DP) mulai dari 0 persen hingga 10 persen serta berbagai potongan harga menarik bagi nasabah yang bertransaksi selama acara berlangsung.
Selain itu, BSI juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan produk tabungan emas yang memungkinkan nasabah menabung emas mulai dari nominal kecil.
“Sekarang masyarakat sudah bisa menabung emas mulai dari Rp50 ribu. Insyaallah kami menjamin keamanannya karena prosesnya satu banding satu. Jadi kalau menabung emas, pasti ada emas fisiknya,” kata Sukma.
Ia menambahkan, emas yang dikelola BSI merupakan logam mulia resmi produksi ANTAM. Nasabah juga dapat mencetak emas fisik setelah minimal 30 hari dengan bobot minimal dua gram.
“Masyarakat dapat berinvestasi emas kapan saja dan di mana saja. Pembukaan tabungan emas bahkan dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi BYOND by BSI sehingga semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses investasi berbasis syariah,” pungkas Sukma.



