Sentilan Menohok KDM Soal Siswa di Bandung Tewas Diduga akibat Tawuran, Orangtua Kena Semprot: Tidak Semuanya Harus Diurus Gubernur

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memberikan tanggapan keras terkait insiden tawuran maut yang diduga menewaskan seorang pelajar di Kota Bandung. 

Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap anak sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua begitu jam sekolah berakhir.

Pernyataan ini disampaikan KDM usai menerima laporan mendalam dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mengenai bentrokan antara oknum pelajar SMAN 5 dan SMAN 2 Bandung. 

Dedi menyoroti adanya pelanggaran komitmen dari pihak keluarga terkait penggunaan kendaraan bermotor oleh siswa.

“Saya sudah baca pesan dari Disdik. Orang tuanya sudah menandatangani pernyataan bahwa anaknya tidak akan menggunakan kendaraan bermotor,” tegas KDM saat melakukan kunjungan kerja di Cirebon, Sabtu (14/3).

Mengingat aksi tawuran tersebut berlangsung secara mandiri dan di luar lingkungan pendidikan, Dedi menilai beban pengawasan tidak bisa lagi dilemparkan kepada pihak sekolah maupun pemerintah daerah. 

Terlebih, para orang tua sebelumnya sudah membuat kesepakatan tertulis di atas materai untuk menjaga anak-anak mereka, termasuk larangan membawa motor.

Bagi Dedi, kunci utama keamanan anak di luar sekolah adalah kedisiplinan di dalam rumah. 

“Orang tua harus menjaga anak-anaknya, jam berapa dia berangkat dan jam berapa dia pulang,” ujarnya.

Mantan Bupati Purwakarta ini juga memberikan batasan yang jelas mengenai peran negara dalam menjaga keselamatan para siswa. Menurutnya, sekolah hanya memiliki otoritas penuh selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

“Selama jam sekolah itu tanggung jawab negara. Di luar jam sekolah sudah menjadi tanggung jawab orang tua,” kata Dedi.

Lebih lanjut, ia meminta semua elemen masyarakat bersinergi dalam menciptakan situasi yang kondusif.

Dedi juga mengapresiasi ketegasan pihak kepolisian dalam memproses hukum kasus kekerasan antarpelajar. 

Ia berharap penegakan aturan ke depan bisa lebih diperketat agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

“Tidak semuanya harus diurus sama sekolah, sama gubernur. Kecuali pada jam sekolah. Selama jam sekolah itu tanggung jawab negara,” pungkasnya.

Peristiwa pilu ini bermula saat seorang pelajar SMAN 5 Bandung kehilangan nyawa dalam sebuah bentrokan yang pecah di Jalan Cihampelas, Bandung, pada Jumat (13/3) malam hingga Sabtu dini hari. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ditanya Teror Air Keras Aktivis KontraS, Jusuf Kalla Mengendus Pola Tragedi Kelam
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
“Sweeteners" di Birokrasi: Bingkisan Kecil, Dilema Besar
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Cerita Ibu Penjual Candil Untung Rp20 Ribu Tapi Sering Diutangin, Tak Sangka Bertemu Kang Dedi Mulyadi Diberi Uang
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Iran Terancam Sanksi Berat usai Mundur dari Piala Dunia 2026? Ini Penjelasan Eks Pejabat FIFA
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Hari Kedua Operasi Ketupat 2026, Lebih dari 400 Ribu Kenderaan Tinggalkan Jakarta
• 3 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.