VIVA – Menteri Olahraga dan Pemuda Iran, Ahmad Donyamali, menyatakan negaranya saat ini tidak berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026.
Dalam wawancara dengan IRIB Sports Network, Donyamali mengatakan bahwa kondisi keamanan membuat tim nasional Iran sulit untuk mengikuti turnamen.
Ia menyebut bahwa dalam beberapa bulan terakhir negaranya menghadapi dua konflik bersenjata yang menyebabkan ribuan korban jiwa. Menurutnya, situasi tersebut membuat keselamatan para pemain menjadi perhatian utama.
- ANTARA/Xinhua/Mehr News Agency
Konflik bermula dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Kini, posisi Khamenei digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.
“Dalam keadaan apa pun kami tidak memiliki kondisi yang layak untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujar Donyamali.
Iran sebelumnya telah memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan memainkan seluruh pertandingan fase grup di Amerika Serikat. Dalam jadwal awal turnamen, Iran akan menghadapi Timnas Belgia, Timnas Mesir, dan Timnas Selandia Baru di fase grup.
Iran terancam sanksi FIFA?- AFC
Mengomentari situasi tersebut, mantan Direktur Regulasi Sepak Bola FIFA, James Kitching menyebut Iran berpotensi menghadapi sanksi berat apabila menarik diri dari Piala Dunia 2026.
Menurutnya, tidak ada preseden modern terkait negara yang mengundurkan diri dari Piala Dunia setelah lolos kualifikasi. Ia menjelaskan bahwa peraturan turnamen memberikan kewenangan penuh kepada FIFA untuk menentukan langkah jika hal tersebut terjadi.
“Tidak ada preseden modern untuk ini dan, menurut peraturan turnamen FIFA sendiri, mereka memiliki wewenang penuh untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan jika sebuah tim mengundurkan diri,” kata Kitching dikutip dari SportBible.
Ia menambahkan bahwa FIFA bahkan memiliki kewenangan untuk tidak mengganti tim yang mundur atau menggantinya dengan tim dari konfederasi mana pun.
Meski demikian, Kitching menyatakan bahwa sanksi kemungkinan tidak akan dijatuhkan jika keputusan mundur terkait langsung dengan konflik bersenjata yang sedang berlangsung di Iran.
Dalam regulasi resmi turnamen Piala Dunia 2026, FIFA menyatakan bahwa asosiasi anggota yang menarik diri paling lambat 30 hari sebelum pertandingan pertama dapat dikenai denda minimal 250.000 franc Swiss, sekitar Rp5,4 miliar.





