Iran Ancam Balasan Keras Jika AS Berupaya Membunuh Pemimpin Tertinggi Baru Mojtaba Khamenei

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali menyatakan Iran akan memberikan balasan keras apabila Amerika Serikat berupaya membunuh pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Jalali kepada media Rusia RIA Novosti.

"Anda sedang melihat tanggapan Iran hari ini," kata Jalali.

Ia menegaskan bahwa Iran menginginkan pembalasan atas kematian pemimpin tertinggi sebelumnya Ayatollah Ali Khamenei.

"Kami menginginkan pembalasan darah untuk pemimpin kami (Ayatollah Ali Khamenei). Rakyat marah dan menuntut pembalasan atas pertumpahan darah. Tentu saja, Amerika telah dan akan menghadapi pembalasan yang berat di masa depan," ungkapnya.

Ketegangan Memuncak Setelah Serangan AS dan Israel

Pernyataan tersebut disampaikan Jalali ketika ditanya mengenai kemungkinan respons Iran apabila Amerika Serikat dan Israel mencoba membunuh Pemimpin Tertinggi Iran yang baru Mojtaba Khamenei.

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran termasuk di Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta menimbulkan korban sipil.

Dalam serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Mojtaba Khamenei Diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi

Pada 8 Maret, Mojtaba Khamenei diangkat sebagai pemimpin tertinggi baru Iran menggantikan ayahnya.

Namun hingga saat ini Mojtaba Khamenei diketahui belum muncul di depan publik sejak penunjukannya sebagai pemimpin tertinggi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyatakan pemimpin tertinggi yang baru tersebut mengalami luka namun dalam kondisi baik.

Amerika Serikat dan Israel sebelumnya mengklaim serangan awal terhadap Iran dilakukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran.

Namun kemudian kedua negara tersebut juga menyatakan keinginan untuk melihat perubahan rezim di Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukber di Mas Pemda Sidrap, Syaharuddin Alrif Paparkan Pertumbuhan Ekonomi Capai 7,71 Persen dan Capaian Pembangunan
• 10 jam laluterkini.id
thumb
KontraS Soroti Brutalnya Serangan ke Andrie Yunus: Ini Tanda Marabahaya
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Bupati Cilacap Kena OTT, Pakar: Biaya Politik Mahal Picu Korupsi Pasca-Pilkada
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
7 Lembaga Intelijen Terbaik di Dunia, Berikut Peta Kekuatannya
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tol Bali Mandara Ditutup 32 Jam saat Nyepi 2026, Akses Darurat Tetap Dibuka
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.