Terkini, Makassar – Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menghadiri buka puasa bersama itu digelar di Mes Pemda Sidrap, Jalan Bau Mangga, Masale, Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, Sabtu 14 Maret 2026.
Kegiatan buka puasa bersama itu diinisiasi langsung Syaharuddin Alrif. Dihadiri Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi Yustitia Iqbal atau Cicu, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah.
Selanjutnya Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, serta pengurus Ikatan Kekerabatan (IKM) Sidrap, Ikatan Asal Sarjana (ISA) Sidrap, dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia (IPMI) Sidrap.
Dalam kesempatan itu, Syaharuddin Alrif membeberkan capaian penurunan angka kemiskinan di wilayahnya saat buka puasa bersama tokoh-tokoh Sidrap.
Syahar menyampaikan angka kemiskinan di Kabupaten Sidrap pada tahun 2025 turun menjadi 4,91 persen. Capaian tersebut menandai penurunan kemiskinan terendah dalam enam tahun terakhir.
Hal ini menempatkan Sidrap sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kemiskinan paling rendah di Sulsel.
Di hadapan para tokoh asal Sidrap, Syaharuddin menjelaskan tren kemiskinan di daerah yang dipimpinnya terus menunjukkan perbaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Persentase kemiskinan di Sidrap tercatat 5,14 persen pada 2023. Kemudian turun menjadi 5,02 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 4,91 persen pada 2025.
“Ini adalah capaian yang sangat baik karena menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir,” ujar Syahar sapaannya.
Ia menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan gambaran nyata bahwa berbagai program pembangunan dan kebijakan pemerintah mulai berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Menurut Syahar, keberhasilan menekan angka kemiskinan tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak dan penguatan sektor sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
Ketua Partai Nasdem Sulsel itu juga menyebut peran sinergi tiga pilar, yakni ulama, umara, dan pengusaha, turut berkontribusi dalam mendorong pembangunan daerah.
Selain memaparkan data kemiskinan, Syahar juga menjelaskan sejumlah indikator makro pembangunan lainnya.
Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi Sidrap yang pada 2025 mencapai 7,71 persen.
Angka tersebut merupakan capaian tertinggi dalam delapan tahun terakhir dan menempatkan Sidrap pada posisi teratas di antara 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Tak hanya itu, Syahar juga membeberkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sidrap yang pada 2025 berada di angka 75,49.
Nilai itu naik 0,68 poin dibanding tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Capaian tersebut menempatkan Sidrap dalam kategori IPM tinggi dan berada di peringkat ketujuh dari 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Syahar menyampaikan, IPM bukan hanya angka, tetapi indikator penting yang menunjukkan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, Pemkab Sidrap, kata dia, terus memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, serta peningkatan daya beli masyarakat.
Di sektor pertanian dan peternakan, Syahar juga memaparkan kontribusi besar Sidrap terhadap perekonomian daerah.
Produksi padi gabah kering panen (GKP) tercatat mencapai 679.772 ton dengan nilai sekitar Rp4,6 triliun, meningkat 129.464 ton dibandingkan tahun sebelumnya.
Produksi beras juga naik menjadi 326.933 ton senilai Rp4,08 triliun atau meningkat 27,21 persen dibandingkan 2024.
Sementara produksi telur mencapai 53.401.365 kilogram dengan nilai sekitar Rp1,4 triliun, atau bertambah 26 persen dari tahun sebelumnya.
Syahar mengatakan Mes Pemda Sidrap dipilih sebagai lokasi buka puasa bersama karena memiliki nilai historis bagi masyarakat Sidrap.
Tempat itu juga menyimpan banyak kenangan, khususnya bagi para tokoh yang pernah merintis perjalanan hidup mereka di Makassar.
“Kita menggelar buka puasa di sini, karena ini merupakan tempat bersejarah bagi kami. Kami bisa saja menggelar buka puasa di hotel, tetapi kami ingin kumpul-kumpul bersama tokoh-tokoh asal Sidrap. Mayoritas tokoh hebat Sidrap pernah tinggal di sini sebelum mereka sukses,” pungkasnya.




