Tak Terima Sambalnya Dikomentari Asin, Seorang Paman di Garut Aniaya Keponakan Hingga Tewas

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pembunuhan terjadi di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Seorang pemuda berinisial RS (21) meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman yang diduga dilakukan oleh pamannya sendiri, M alias Opik (39).

Insiden berdarah tersebut terjadi di Kampung Sindangsari, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibalong, Kamis (5/11) malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Peristiwa yang merenggut nyawa korban itu diduga dipicu persoalan sepele, yakni komentar mengenai rasa sambal saat acara makan bersama.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Herman Saputra, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan seorang pemuda meninggal dunia tersebut.

"Kami mendapatkan laporan adanya peristiwa penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia pada hari Kamis kemarin, sekitar jam 9," ujar Herman kepada wartawan, Sabtu (7/11).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jelas Herman, sebelum kejadian korban dan terduga pelaku diketahui sedang berkumpul bersama sejumlah orang lainnya di rumah kerabat. Mereka mengadakan kegiatan makan bersama atau yang dikenal dengan istilah ngaliwet.

Suasana yang awalnya berlangsung tenang itu berubah setelah korban mengomentari sambal yang disajikan. Saat itu, RS disebut mengeluh sambal yang dianggap terlalu asin.

Komentar tersebut diduga menyinggung perasaan Opik. Terduga pelaku disebut tidak menerima perkataan korban dan sempat memarahinya karena menganggap RS tidak menghargai makanan yang telah disediakan.

Perselisihan akibat komentar tersebut diduga menjadi awal pertengkaran yang kemudian berujung pada tindakan kekerasan. Meski demikian, kepolisian masih mendalami keterangan sejumlah saksi untuk memastikan penyebab sebenarnya dari peristiwa tersebut.

"Informasinya demikian (gegara sambal asin). Ada perkataan yang membuat pelaku tersinggung. Kami masih dalami," jelas Herman.

Setelah kegiatan makan bersama selesai, sejumlah orang yang sebelumnya berada di lokasi mulai meninggalkan tempat tersebut. Namun, korban dan terduga pelaku disebut masih berada di rumah tempat mereka berkumpul.

Dalam situasi itulah dugaan tindak penganiayaan terjadi. Opik diduga menyerang keponakannya menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan sejumlah luka serius pada tubuh korban.

Serangan tersebut mengakibatkan RS mengalami luka di beberapa bagian tubuh, termasuk tangan, dada, dan perut.

"Korban mengalami luka di tangan, dada dan perut," ungkap Herman.

Kejadian penganiayaan akhirnya terungkap setelah orang tua korban menemukan RS dalam kondisi terkapar di lantai rumah. Melihat kondisi korban yang mengalami luka serius, pihak keluarga berupaya memberikan pertolongan dengan membawanya ke rumah sakit.

Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kejadian itu meninggalkan duka bagi keluarga, terlebih korban dan orang yang diduga melakukan penyerangan masih memiliki hubungan kekerabatan.

Setelah menerima laporan mengenai peristiwa penganiayaan tersebut, jajaran kepolisian langsung melakukan langkah penyelidikan dan pencarian terhadap terduga pelaku. Petugas kemudian berhasil mengamankan M alias Opik beberapa jam setelah kejadian.

Herman menyebut bahwa penangkapan dilakukan oleh jajaran Polsek Cibalong sebelum terduga pelaku dibawa ke Mapolres Garut untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Penanganan perkara tersebut selanjutnya dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Garut.

“Penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa, termasuk dugaan perselisihan antara korban dan terduga pelaku sebelum penikaman terjadi. Kami belum memberikan kesimpulan akhir mengenai motif peristiwa tersebut karena proses pendalaman masih berlangsung,” pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Kolom Abu Mencapai 2.000 Meter
• 7 jam lalu
0
thumb
SATUSEHAT Jadi Fondasi Data Aman, Pelayanan Berkualitas & Kinerja Tinggi
• 23 jam lalu
0
thumb
MARASA Parfum Resmi Meluncur, Angkat Warisan Budaya Sulawesi Lewat Tiga Varian Aroma
• 4 jam lalu
0
thumb
Empat Penghargaan HCREA 2026 Jadi Apresiasi Pengelolaan SDM di Era AI
• 15 jam lalu
0
thumb
Museum Jadi Sarana Pendidikan Sejarah bagi Generasi Muda
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.