Menteri Dody Ubah Pola Kerja Pembangunan Sabo Dam Semeru

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

MALANG, DISWAY.ID – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat upaya mitigasi bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Selain mempercepat penanganan darurat pada tanggul dan alur sungai yang terdampak, Kementerian PU juga akan mengubah metode pelaksanaan pembangunan sabo dam untuk mengantisipasi risiko kerusakan konstruksi apabila terjadi erupsi maupun banjir susulan lahar dingin selama proses pengerjaan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, metode pembangunan sabo dam ke depan perlu dilakukan secara lebih adaptif dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi bahaya di lokasi pekerjaan.

BACA JUGA:Antisipasi Banjir Bandang Berulang, Menteri PU Dody Minta Hulu Batang Tapan Dicek

Salah satu pendekatan yang akan diterapkan adalah mengerjakan komponen konstruksi terlebih dahulu di luar titik pembangunan atau pada lokasi yang relatif aman dan tidak jauh dari lokasi sabo dam.

Setelah komponen siap, pemasangan dilakukan secara bertahap di titik pembangunan.

Menurut Menteri Dody, metode tersebut diperlukan agar proses konstruksi tidak seluruhnya dilakukan langsung di alur sungai yang berisiko diterjang aliran lahar dingin.

BACA JUGA:Tindak Lanjut Arahan Menteri PU, Sanksi Disiplin Pegawai Terindikasi Judol Mulai Dijatuhkan

Dengan demikian, material maupun bagian konstruksi yang telah disiapkan dapat lebih terlindungi apabila terjadi erupsi atau banjir lahar dingin secara tiba-tiba.

“Pola pengerjaannya harus kita ubah. Pekerjaan bisa dilakukan terlebih dahulu di luar titik sabo dam, di lokasi yang lebih aman dan tidak terlalu jauh. Setelah siap, baru secara bertahap dipasang ke titik pembangunan. Jadi, apabila terjadi erupsi atau banjir lahar dingin saat proses pengerjaan, risiko kerusakan terhadap hasil pekerjaan dan material yang sudah disiapkan bisa kita minimalkan,” ujar Menteri Dody.

Menteri Dody menjelaskan bahwa pembangunan sabo dam merupakan salah satu upaya mitigasi yang telah dilakukan Kementerian PU untuk mengendalikan aliran material vulkanik, mengurangi risiko banjir lahar dingin, serta melindungi kawasan permukiman dan infrastruktur di sepanjang aliran sungai.

Evaluasi terhadap metode pelaksanaan konstruksi menjadi bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan efektivitas pembangunan infrastruktur pengendali sedimen di kawasan Gunung Semeru.

BACA JUGA:Tindak Lanjut Arahan Menteri PU, Sanksi Disiplin Pegawai Terindikasi Judol Mulai Dijatuhkan

Penanganan Tanggap Darurat Pada Lokasi Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Di samping penguatan mitigasi jangka panjang, Kementerian PU melalui balai teknis terkait juga terus mempercepat penanganan darurat di sejumlah lokasi terdampak.

Berdasarkan realisasi pekerjaan hingga 6 November 2026, penanganan dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Sumbersari, Tempursari, dan Jugosari di Desa Sumberwuluh.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
APPI Bongkar 24 Klub Penunggak Gaji, Persija dan PSM Ikut Terseret
• 17 jam lalu
0
thumb
Liga Arab Kecam Upaya Serangan Rudal Balistik Houthi ke Madinah, Sebut Ancaman bagi Keamanan Arab Saudi
• 15 jam lalu
0
thumb
[FULL] Gerindra, PSI & Eks Kepala BAIS TNI Soal Penyadapan Prabowo: Usai Listyo Siapa Lagi Dikejar?
• 5 jam lalu
0
thumb
Iran Bagikan Tablet Antiradiasi ke Warga, Antisipasi Serangan Nuklir AS
• 16 jam lalu
0
thumb
5 Berita Terpopuler: Mensesneg Beri Pengumuman Penting, PPPK PW Diangkat Jadi ASN Penuh Tanpa Tes, DPR Sepakat
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.