Gestur Roy Suryo Tertawa dan Sebut Ijazah Palsu Dinilai Blunder, Jokowi Menang 1-0

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai gestur Roy Suryo yang tertawa dan berseru "palsu" saat Joko Widodo memperlihatkan ijazah di ruang sidang justru menjadi blunder komunikasi. Menurutnya, sikap tersebut tidak menguntungkan citra Roy Suryo dan berpotensi menambah simpati publik kepada mantan Presiden ke-7 RI tersebut.

Burhanuddin menilai Roy sebaiknya tidak menunjukkan ekspresi tertawa yang dapat dianggap sebagai bentuk penghinaan atau merendahkan pihak lain. Ia menegaskan, sikap seperti itu tidak baik bagi citra seseorang, terlebih dalam persidangan yang menjadi perhatian publik.

"Menurut saya Roy Suryo sebaiknya tidak menunjukkan tertawa yang dianggap menghina atau setidaknya merendahkan. Karena itu tidak baik buat citra seorang Roy Suryo sendiri," kata Burhanuddin dalam podcast 'Bang Don Zuper Opini', dikutip Sabtu (7/11/2026).

Ia melihat momen tersebut sebagai bagian dari pertarungan komunikasi simbolik antara Jokowi dan Roy Suryo. Dalam situasi itu, gestur masing-masing pihak dinilai dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap polemik ijazah yang sedang bergulir.

Sebaliknya, Burhanuddin menilai Jokowi berhasil menunjukkan sikap yang lebih menguntungkan secara visual dan komunikasi. Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah ketika Jokowi memperlihatkan ijazah asli di hadapan hakim dalam persidangan.

Menurut Burhanuddin, tindakan tersebut menjadi momen dramatis yang jarang terjadi. Apalagi, kehadiran Jokowi secara langsung di pengadilan sebagai mantan presiden juga memiliki nilai simbolik tersendiri.

Ia bahkan menilai Jokowi bisa menghadapi persidangan dengan lebih tenang apabila Gibran Rakabuming Raka bukan wakil presiden. Burhanuddin mengaitkan polemik ijazah tersebut dengan dinamika politik yang melibatkan putra Jokowi itu.

Baca Juga: Jansen Sitindaon Yakin Jokowi Lulusan UGM, tetapi Setuju Ijazah Diperiksa Ulang

"Kalau misalnya yang jadi wapres bukan Mas Gibran, isu ijazah Pak Jokowi enggak bakal muncul. Pak Jokowi bisa datang dengan tenang," ujar Burhanuddin.

Dari rangkaian peristiwa tersebut, Burhanuddin menyimpulkan Jokowi lebih unggul dalam komunikasi simbolik dibandingkan Roy Suryo. Ia bahkan menggunakan skor pertandingan untuk menggambarkan penilaiannya terhadap kedua tokoh tersebut.

"Jadi poin saya di sini 1-0 buat Pak Jokowi. Roy Suryo kalah di sini," pungkasnya.

Penilaian Burhanuddin tersebut merupakan analisis terhadap gestur dan komunikasi kedua tokoh selama persidangan, bukan penilaian terhadap pembuktian hukum dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Jokowi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
4 Manfaat Camelia Oil untuk Rambut
• 4 jam lalu
0
thumb
Ayah Meghan Markle Ditangkap FBI Terkait Materi Pelecehan Seksual Anak
• 8 jam lalu
0
thumb
Pesan Ria Ricis saat Memberikan Bantuan ke Warga Terdampak Karhutla di Kalimantan
• 11 jam lalu
0
thumb
John Herdman Buka-bukaan Seputar TC Timnas Indonesia di Bali: Penguatan Kedalaman Skuad dan Persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Mantan Ketua MK: Kemungkinan Keterlibatan Asing dalam Penyadapan Perlu Diselidiki
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.