Bakom Soroti Dugaan Pengkhianatan Pejabat Negara dalam Kasus Penyadapan Presiden

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan. (Sumber: ANTARA/HO-Bakom RI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan menyoroti dugaan pengkhianatan pejabat negara dalam kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto oleh perwira tinggi kepolisian.

Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan mengatakan, dugaan penyadapan terhadap Presiden merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditoleransi.

Menurutnya, tindakan tersebut bahkan telah mengarah pada perbuatan makar.

"Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditoleransi, karena hal itu sudah mengarah ke tindakan makar. Kita harus melawan segala bentuk makar," ujar Syahganda di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga: Bakom Sebut Presiden Prabowo Subianto Marah Besar terkait Dugaan Penyadapan Ilegal

Penyadapan Presiden sama dengan Pengkhianatan Negara

Syahganda menyebut Presiden Prabowo merupakan simbol negara sekaligus representasi kedaulatan bangsa yang wajib dijaga dan dihormati seluruh rakyat Indonesia.

Karena itu, ia menilai pengkhianatan yang dilakukan pejabat negara terhadap Presiden dapat dipandang sebagai pengkhianatan terhadap negara dan konstitusi.

Ia menegaskan, pemerintah akan menindak setiap perbuatan semacam itu melalui penegakan hukum secara tegas.

"Setiap tindakan yang berpotensi mengancam keamanan, keselamatan, dan kewibawaan Presiden harus diusut secara objektif, transparan, dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ucapnya.

Baca Juga: [FULL] Usai Listyo, Siapa Lagi Tersangka Penyadapan Prabowo? Ini Kata Bakom RI | KOMPAS PETANG

Syahganda juga mengajak seluruh elemen bangsa dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta keutuhan bangsa.

Ia mengingatkan agar ambisi kekuasaan tidak menjadi alasan untuk membiarkan tindakan yang dapat memecah belah persatuan.

 

"Jangan biarkan ambisi-ambisi kekuasaan membuat kita mentolerir politik busuk, tanpa moral dan bisa memecah-belah persatuan kita," ujarnya. 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • bakom
  • syahganda nainggolan
  • kepala bakom
  • kasus penyadapan presiden
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Al-Markaz Hijab Fun Run 2026 Siap Digelar, Start dari UMI Makassar! Ini Jadwal dan Cara Daftarnya
• 9 jam lalu
0
thumb
Istana Bersih-Bersih Setelah Prabowo Disadap Jenderal Listyo
• 21 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Gambut di Samarinda Sulit Padam, Petugas Terkendala Air | KOMPAS SIANG
• 11 jam lalu
0
thumb
Kecelakaan di Banyuwangi, Truk Tangki Oleng Tabrak Truk dan Ruko
• 10 jam lalu
0
thumb
Kondisi Kabut Asap Membaik, Aktivitas Warga Pontianak Berangsur Normal | KOMPAS SIANG
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.