NASA Perkenalkan X-70 Fractal, Pesawat Eksperimental yang Bisa Uji Manuver Canggih

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Dunia penerbangan terus berkembang, bukan hanya melalui pesawat yang mampu terbang lebih cepat atau menjangkau wilayah lebih jauh, tetapi juga lewat teknologi yang memungkinkan pengendalian pesawat menjadi semakin canggih. 

Untuk menguji kemampuan tersebut, NASA memperkenalkan pesawat eksperimental terbarunya, X-70 Fractal. Pesawat eksperimental NASA ini dirancang sebagai laboratorium terbang untuk mengeksplorasi teknologi kontrol penerbangan, kemampuan manuver, serta berbagai inovasi yang dapat diuji langsung dalam kondisi penerbangan nyata.

Pengembangan pesawat eksperimental memiliki peran penting dalam riset kedirgantaraan. Sebelum sebuah teknologi diterapkan secara lebih luas, para peneliti perlu memahami bagaimana sistem bekerja ketika menghadapi kondisi operasional yang sesungguhnya. 

Pengujian di udara memungkinkan berbagai karakteristik penerbangan diamati, termasuk respons pesawat terhadap sistem kendali dan kemampuan melakukan manuver tertentu.

X-70 Fractal hadir dengan pendekatan tersebut. Pesawat berawak ini dibekali sistem kontrol penerbangan yang dapat dikonfigurasi ulang dengan cepat, serta kapasitas untuk membawa muatan eksperimental hingga 907 kilogram. 

Kemampuan itu membuka ruang bagi NASA untuk menguji beragam perangkat dan teknologi penerbangan dalam satu platform penelitian.

X-70 Fractal, Laboratorium Terbang untuk Menguji Teknologi Penerbangan

NASA memperkenalkan X-70 Fractal dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Kennedy Space Center, Florida. Informasi mengenai peluncuran pesawat tersebut dilaporkan oleh kantor berita Xinhua.

Berbeda dari pesawat yang dikembangkan terutama untuk mengangkut penumpang atau menjalankan misi operasional tertentu, X-70 dirancang untuk mendukung penelitian dan pengujian teknologi. Keberadaan platform berawak ini memungkinkan NASA mengeksplorasi kemampuan penerbangan melalui serangkaian uji coba langsung.

Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah teknologi kontrol penerbangan canggih yang dapat dikonfigurasi ulang secara cepat. Sistem tersebut memberikan fleksibilitas bagi peneliti untuk menguji berbagai pendekatan pengendalian pesawat dan mengamati responsnya selama penerbangan.

NASA menyebut kemampuan tersebut dapat digunakan untuk mengeksplorasi manuver pesawat dengan cara yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya dalam penerbangan berawak. Dengan demikian, pengujian tidak hanya berfokus pada kemampuan pesawat untuk terbang, tetapi juga pada bagaimana teknologi kendali dapat memengaruhi karakteristik dan respons penerbangan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
David Pajung Sorot Dugaan Skenario Pecah Koalisi Prabowo-Gibran
• 1 jam lalu
0
thumb
Tesla Ingin Uji Coba Kendaraan Tanpa Pengemudi di Australia pada 2027, Ini Alasannya
• 6 jam lalu
0
thumb
Kecolongan Uang Palsu Saat Ramai Pembeli, Pedagang Madura Baru Sadar dari Tekstur Kertas
• 12 jam lalu
0
thumb
Warga AS di Timur Tengah Diimbau Waspadai Ancaman Iran
• 8 jam lalu
0
thumb
Kemenpar Ungkap Wisatawan Korea Selatan Gemar Bermain Golf di Indonesia, Bali dan Batam Jadi Favorit
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.