jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Bawono Kumoro menilai Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) terlihat datar ketika menanggapi skandal penyadapan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto.
"Komentar atau respons dari Jokowi tentang kasus ini sangat normatif dan juga datar," kata dia melalui layanan pesan, Sabtu (7/11).
BACA JUGA: LSP Sadap Elite Partai, Demokrat Waspada
Bawono menuturkan Jokowi hanya berkata menghormati proses hukum menyikapi skandal penyadapan yang melibatkan eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP).
Dia mengatakan Jokowi tak seperti Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menunjukkan kekecewaan dari skandal penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
BACA JUGA: Siapa yang Meminta LSP Menyadap Prabowo? Buat Apa?
"Tidak tampak keprihatinan atau juga rasa kecewa sebagaimana itu ditunjukkan oleh Presiden SBY dan juga tokoh-tokoh bangsa secara umum mengenai kasus tersebut," ujar Bawono.
Dia mengatakan Jokowi sebagai mantan Kepala Negara tak sulit menunjukkan keprihatinan untuk Presiden RI Prabowo yang jadi sasaran penyadapan.
BACA JUGA: Bareskrim Tetapkan LSP Jadi Tersangka Penyadapan Terhadap Presiden
Misalnya, kata Bawono, Jokowi sebenarnya bisa menyampaikan keprihatinan melalui media sosial ke Presiden Prabowo.
"Paling tidak menujukkan rasa keperihatinan seperti dilakukan mantan Presiden SBY melalui media sosial, apalagi Jokowi sangat aktif di media sosial," lanjutnya.
Toh, kata Bawono, Jokowi menjadi orang paling berjasa membesarkan karier LSP dan eks Kabareskrim itu belakangan malah menjadi tersangka penyadapan ke Presiden Prabowo.
"Ya, sebagai orang paling berjasa terhadap perkembangan karier dari LSP, tidak berlebihan apabila Jokowi memberikan kecaman atau juga menujukkan kekecewaan atas perbuatan tercela itu," lanjut dia.
Bawono menuturkan respons normatif dan datar Jokowi tidak bisa membantah isu di ruang publik bahwa ada peran Jokowi dalam perbuatan ilegal LSP terhadap Presiden Prabowo
"Ini tidak tampak sama sekali rasa marah kecewa atau minimal ada keprihatinan" kata Bawono. (ast/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan





Komentar (0)