Bahlil Kantongi Identitas Penyebar Isu Munaslub Golkar

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memperingatkan pihak-pihak yang berupaya mengganggu soliditas partai melalui penyebaran flyer hoaks terkait Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Bahlil mengaku telah mengetahui kelompok yang menyebarkan isu tersebut. Ia menegaskan tidak akan mundur menghadapi pihak-pihak yang dinilainya berupaya memecah belah Golkar.

Advertisement

BACA JUGA: Respons Bahlil soal Tudingan Rapat dengan Listyo Cs Sebelum Penangkapan

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam pelantikan DPD Partai Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026).

Ia mengatakan, persoalan yang menyangkut partai merupakan masalah marwah organisasi sehingga tidak boleh dijadikan permainan politik.

“Karena bicara partai, itu marwah partai. Ketua umum partai itu marwah. Jadi saya tidak mau mundur dari orang-orang kayak gini nih, enggak bisa. Masa atas nama sebuah demokrasi ngomongnya ngawur?” kata Bahlil.

Bahlil kemudian menyinggung beredarnya flyer yang memuat isu Munaslub Golkar. Ia menyebut informasi tersebut sebagai hoaks dan mengaku telah mengetahui pihak-pihak yang menyebarkannya.

“Jadi itu kira-kira Bapak Ibu semua, dan seiring dengan itu, ada juga flyer hoaks-hoaks itu yang mau bikin macam-macam. Abu Leke kelas tinggi lagi ini. Saya sudah tahu orang-orang itu, saya sudah tahu, kalian pikir saya orang kampung enggak ngerti? Aku paham,” ujarnya.

Bahlil menduga ada pihak yang menggunakan strategi divide et impera atau politik adu domba untuk merusak persatuan Golkar.

Ia pun mengingatkan kader agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga loyalitas terhadap pimpinan serta partai.

“Jadi kalau kita bawahan, taat sama atasan, loyalitas sama atasan, totalitas. Dan itu adalah ciri kita orang Timur, bukan ciri pengkhianat, kita enggak ada itu pengkhianat dalam diri kita,” tegasnya.

Untuk menggambarkan sikapnya menghadapi tekanan politik, Bahlil mengibaratkan perjuangannya seperti pelaut yang pantang mundur setelah mengembangkan layar. Ia mengaku memegang teguh filosofi tersebut dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Dan kita mempunyai falsafah pelaut ini, sekali layar berkembang, pantang surut untuk kembali,” ucapnya.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Timnas Indonesia Batal Main di FMD November 2026, Ranking FIFA Skuad Garuda Turun?
• 9 jam lalu
0
thumb
Warga Kwalosom Sorong Kini Punya Modal Lanjutkan Pembibitan dan Kembangkan Pertanian Produktif
• 13 jam lalu
0
thumb
Pendidikan Mesti Lahirkan Pemuda Bertanggung Jawab Sosial
• 2 jam lalu
0
thumb
Kabut Asap Berbahaya sampai India, Warga Sulit Napas-Sekolah Ditutup
• 7 jam lalu
0
thumb
Kebakaran di Stasiun Gambir Padam, Tak Ada Perjalanan Kereta yang Terganggu
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.