34,9% Remaja Alami Gangguan Mental, BKKBN Perkuat Program Pendampingan

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menyoroti persoalan kesehatan mental yang dihadapi remaja Indonesia. Ia menyebut 34,9 persen dari total 66 juta remaja di Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental. Untuk merespons kondisi tersebut, BKKBN memperkuat sejumlah program pendampingan melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Generasi Berencana (GenRe), dan layanan Halo Remaja.

Wihaji mengatakan, tantangan yang dihadapi remaja saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi dan media sosial turut mengubah pola kehidupan remaja, termasuk cara mereka memperoleh informasi dan berinteraksi.

“Sekarang ini kan peradaban baru. Anak-anak kita ini sudah menggunakan gadget, bahkan sehari bisa delapan sampai sepuluh jam. Ini menjadi tantangan tersendiri,” ujar Wihaji dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 7 November 2026. 

Menurut Wihaji, remaja membutuhkan pendampingan agar dapat menghadapi berbagai persoalan yang muncul. Salah satu upaya yang dilakukan BKKBN ialah mengoptimalkan PIK-R sebagai ruang informasi, diskusi, dan konseling dengan pendekatan teman sebaya.

Ia menilai pendekatan tersebut dapat membuat remaja lebih nyaman menyampaikan persoalan yang dialami. Sebab, tidak semua remaja merasa leluasa bercerita kepada orang tua maupun guru.

“Kalau ngomong sama guru enggak enak, tapi kalau ngomong sebaya enak,” katanya.

Melalui PIK-R, anggota remaja juga mendapatkan pembekalan untuk menjadi pendidik dan konselor sebaya. Dengan begitu, mereka dapat saling memberikan informasi, edukasi, dan dukungan ketika menghadapi persoalan.

Baca Juga :

Menteri Wihaji Dorong Penguatan KB Pascapersalinan demi Wujudkan Keluarga Berkualitas

Wihaji mengatakan, BKKBN juga memiliki program GenRe yang dikembangkan sebagai wadah edukasi dan pendampingan remaja di tingkat daerah. Selain itu, tersedia Halo Remaja sebagai layanan konsultasi daring bagi remaja yang belum nyaman menyampaikan masalah secara langsung.

“Kalau mereka malu, takut untuk bertemu langsung, bisa melalui Halo Remaja. Kerahasiaannya juga kita jaga,” ujar Wihaji.

Untuk memperluas jangkauan pendampingan, Wihaji mengaku telah menginstruksikan jajarannya agar membentuk PIK-R di seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia. Ia berharap para siswa memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan dan memperoleh dukungan dari teman sebaya.

“Sekarang saya perintahkan semua untuk PIK-R bisa dibentuk di sekolah-sekolah rakyat seluruh Indonesia, karena di tempat situ butuh sesuatu yang dalam hal ini memberikan harapan, memberikan keyakinan, dan ada problem-problem yang saya kira bisa menjadi tempat curhat mereka,” tuturnya.

Wihaji juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi kesehatan mental anak. Menurutnya, orang tua perlu memahami bahwa tantangan yang dihadapi remaja saat ini berbeda dengan pengalaman generasi sebelumnya.

“Orang tua ayo diajak ngobrol anak-anaknya, karena mereka adalah generasi penerus setelah kita,” kata Wihaji.

Ia mengajak remaja untuk tidak takut maupun malu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan. Remaja dapat bercerita kepada orang tua, guru, maupun memanfaatkan layanan PIK-R dan GenRe yang tersedia di lingkungan mereka.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming Valencia vs Real Madrid di Liga Spanyol, Main Jam 03.00 WIB
• 2 jam lalu
0
thumb
Akademisi Sentil Polemik Ijazah Jokowi: Banyak Tuduhan Bukan Berarti Benar
• 6 jam lalu
0
thumb
WBFC Ukir Prestasi Nasional, Wakil Wali Kota Erwin: Dari Bandung Bisa Lahir Juara!
• 3 jam lalu
0
thumb
Hasil Liga Jerman: Bayern Petik Kemenangan 2-1 di Kandang Mainz
• 58 menit lalu
0
thumb
Benahi Tata Kelola MBG, BGN Bakal Diperkuat Dua Personel dari KPK
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.