JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyinggung pentingnya loyalitas dan kesetiaan saat berbicara mengenai kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil menyampaikan hal tersebut dalam agenda Pelantikan DPD I Partai Golkar Maluku yang digelar di Ambon pada Sabtu (7/11/2026).
Ia menegaskan kesetiaan merupakan nilai yang dipegang dalam menjalankan pekerjaan maupun perjuangan.
Menurut Bahlil, kepercayaan, loyalitas, dan ketaatan kepada pimpinan adalah karakter yang harus dijaga. Ia juga menyebut nilai tersebut sebagai bagian dari karakter masyarakat Indonesia Timur.
"Jadi kalau kita bawahan, taat sama atasnya. Loyalitas sama atasnya. Totalitas. Dan itu adalah ciri kita orang timur," ucap Bahlil dalam tayangan Kompas Siang KompasTV, Sabtu (7/11/2026).
Baca Juga: Bahlil Tantang Pihak Seret Namanya Terlibat Penyadapan Presiden: Buktikan atau Saya Somasi
Ia mengatakan dirinya tidak dibesarkan dengan nilai-nilai pengkhianatan.
Bahlil juga mengaitkan prinsip tersebut dengan latar belakang keluarganya yang berasal dari negeri para raja.
"Saya dilahirkan dari negeri para raja-raja, tidak diajarkan untuk menjadi orang yang tidak setia dan atau pengkhianat, nggak ada itu," katanya.
Bahlil Pantang Jadi PengkhianatBahlil berprinsip mati di medan perang jauh lebih berharga dibanding menjadi pengkhianat.
"Saya punya prinsip mati di medan perang jauh lebih berharga dan bermartabat daripada menjadi pengkhianat," tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah namanya ikut terseret dalam kabar adanya pertemuan ketua umum partai dengan sejumlah jenderal, tiga jam sebelum penangkapan tersangka penyadapan.
Namun, ia menegaskan tidak pernah menghadiri pertemuan tersebut.
Baca Juga: Bahlil Respons Tudingan Terlibat Penyadapan Presiden: Gimana Mungkin Saya Ikut, Saya Juga Disadap
Bahlil menyampaikan ada pihak-pihak yang ingin membangun persepsi bahwa ia terlibat dalam penyadapan presiden.
"Jangan uji nyali kita. Jadi ingin mereka membangun persepsi, seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan, gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan sementara saya juga disadap," ujar Bahlil.
4 Perwira Tinggi Polri Jadi TersangkaPolri telah menetapkan empat perwira tingginya sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.
Mereka adalah mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Slamet Uliandi.
Tiga tersangka pertama diumumkan pada 3 November 2026, sementara Slamet pada 5 November.
Dalam perkara ini, penyidik menduga penyadapan dilakukan tanpa prosedur yang semestinya terhadap sejumlah nomor telepon, termasuk milik Presiden Prabowo. Dugaan tersebut masih dalam proses pembuktian hukum.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- Bahlil
- Bahlil Lahadalia
- penyadapan presiden
- prabowo subianto
- penyadapan
- penyadapan prabowo






Komentar (0)