Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberi tenggat waktu 3x24 jam kepada pihak yang menuding dirinya menggelar rapat dengan sejumlah jenderal tiga jam sebelum mereka ditangkap terkait dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Jika tidak segera memberikan klarifikasi dan bukti, Bahlil mengancam akan melayangkan somasi dan menempuh jalur hukum.
Advertisement
Bahlil mengaku baru mengetahui namanya ikut terseret dalam isu tersebut setelah melihat informasi yang beredar di media sosial.
Awalnya, dia tidak terlalu mempersoalkan kabar mengenai ketua umum partai yang disebut bertemu dengan sejumlah jenderal sebelum penangkapan. Namun, dia terkejut ketika tudingan itu mulai diarahkan kepadanya.
“Tiba-tiba ada suatu cerita ngarang dari mana saya tidak tahu, yang mengatakan bahwa 3 jam sebelum para jenderal-jenderal itu ditangkap, katanya ada ketua umum partai rapat dengan mereka,” kata Bahlil saat memberikan sambutan dalam pelantikan DPD Partai Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026).
Dia meminta pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut segera memberikan klarifikasi.
Bahlil juga mendesak kepolisian mengusut kabar itu dan mengungkap identitas orang-orang yang disebut hadir dalam pertemuan tersebut.
“Segera klarifikasi itu dan buktikan, saya minta kepada pihak aparat keamanan, khususnya kepolisian untuk mengusut tuntas, dibuka saja. Jangan fitnah terus yang dibangun. Diusut saja,” tegasnya.





Komentar (0)