Pantau - Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) periode 2026–2028, Agustina, menyatakan kesiapan organisasinya bersinergi dengan pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), untuk mencetak generasi muda yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global.
Komitmen tersebut disampaikan setelah Agustina resmi dilantik sebagai Ketua Umum Hikmahbudhi dalam acara pelantikan pengurus di Gedung Kemenpora, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Pelantikan tersebut sekaligus mencatat sejarah baru karena Agustina menjadi perempuan pertama yang memimpin Hikmahbudhi sejak organisasi mahasiswa Buddhis itu berdiri pada 1971.
"Saya harap sinergi erat dengan Kemenpora dapat menjadi fondasi strategis untuk mencetak generasi muda yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global," kata Agustina dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Agustina menegaskan bahwa kepemimpinannya akan diarahkan untuk memperkuat peran mahasiswa Buddhis dalam pembangunan bangsa melalui kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Ia juga memastikan Hikmahbudhi tidak hanya berfokus pada penguatan organisasi secara internal, tetapi turut mengambil peran dalam merespons persoalan nasional.
Agustina Cetak Sejarah sebagai Ketua Umum Perempuan Pertama HikmahbudhiTerpilihnya Agustina sebagai Ketua Umum Hikmahbudhi periode 2026–2028 menjadi tonggak baru dalam perjalanan organisasi yang telah berdiri selama lebih dari lima dekade.
Sejak didirikan pada 1971, posisi pucuk pimpinan Hikmahbudhi belum pernah dijabat oleh seorang perempuan.
Dalam pidato perdananya, Agustina menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya mencerminkan penerapan prinsip kesetaraan dalam organisasi.
"Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh kapasitas, integritas, dan dedikasi," ujarnya.
Menurut Agustina, kesetaraan hak merupakan nilai yang sejalan dengan ajaran Buddhis karena setiap manusia memiliki potensi kebijaksanaan yang sama tanpa memandang jenis kelamin.
Ia menilai kemampuan, integritas, dan pengabdian menjadi faktor utama yang menentukan kualitas seorang pemimpin.
Agustina juga menegaskan bahwa kepemimpinannya akan membawa semangat kesetaraan dalam menjalankan program organisasi selama periode 2026–2028.
Hikmahbudhi Siap Terlibat dalam Isu Ekonomi hingga Krisis IklimMengusung tema "Bersatu, Berjuang, Berdikari, Mengabdi untuk Negeri", kepengurusan Hikmahbudhi yang baru berkomitmen memperluas kontribusi organisasi terhadap berbagai persoalan bangsa.
Agustina menyatakan bahwa Hikmahbudhi akan berupaya aktif merespons isu-isu strategis yang memengaruhi kehidupan masyarakat.
Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian organisasi tersebut meliputi pemulihan ekonomi dan krisis iklim.
Menurutnya, organisasi mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam pembangunan nasional melalui gagasan, kerja sama, dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sinergi dengan Kemenpora diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan nasional maupun global.
Melalui kepengurusan baru, Hikmahbudhi juga berupaya memperkuat peran mahasiswa Buddhis sebagai bagian dari gerakan kepemudaan Indonesia.
Menpora Erick Thohir Dorong Organisasi Pemuda Berperan NyataMenteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang hadir dalam pelantikan tersebut menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kebinekaan dan mendorong kemajuan bangsa.
Erick meminta organisasi kepemudaan tidak hanya menyampaikan komitmen melalui pernyataan, tetapi juga menjalankan langkah nyata yang berdampak bagi masyarakat.
"Bagaimana kita sebagai bangsa bisa saling mengisi, pergerakan kepemudaan di Indonesia jangan lagi hanya lip service, tetapi harus menjadi core untuk memastikan bangsa kita tumbuh dan berkembang," katanya.
Menurut Erick, gerakan kepemudaan perlu menjadi bagian penting dalam memastikan Indonesia terus berkembang melalui kolaborasi dan kontribusi berbagai kelompok masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya semangat saling melengkapi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan sebagai dorongan bagi Hikmahbudhi dan organisasi kepemudaan lainnya untuk memperkuat peran mereka dalam pembangunan nasional.
Pelantikan Pengurus Hikmahbudhi Dihadiri Sejumlah Tokoh NasionalAcara pelantikan Pengurus Pusat Hikmahbudhi periode 2026–2028 turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, anggota legislatif, serta tokoh organisasi keagamaan dan kepemudaan.
Di antara tokoh yang hadir ialah anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Supriadi.
Hadir pula Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar serta Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Philip Kuntjoro Widjaja.
Sejumlah pimpinan Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) Cipayung Plus juga mengikuti kegiatan pelantikan tersebut.
Dengan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Agustina, Hikmahbudhi menyatakan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah serta meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa.





Komentar (0)