Jakarta, tvOnenews.com - Bukan cuma menganiaya anaknya, seorang ibu di Ketapang yang videonya viral di media sosial turut melontarkan kata-kata kasar.
Adapun peristiwa penganiayaan fisik dan verbal ini viral di media sosial. Bahkan, tak sedikit warganet yang geram dengan aksi kekerasan terhadap anak itu.
Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengkonfirmasi adanya peristiwa tersebut. Dia menyebut aksi penganiayaan itu terjadi di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Peristiwa tersebut terjadi pada 11 Maret 2026 sekitar pukul 11.50 WIB. Putra mengatakan aksi kekerasan yang terjadi berkaitan dengan dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
"Ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga," kata Putra, Jumat (6/11/2026).
"Korban merupakan anak berusia empat tahun. Terlapor dalam perkara ini adalah ibu kandung korban berinisial RO alias ITA," sambungnya.
Putra menjelaskan kasus tersebut dilaporkan ayah korban usai mengetahui istrinya meninggalkan rumah dengan membawa kedua anak mereka pada 3 Oktober 2026.
Setelah itu, ayah korban melaporkan dugaan kekerasan yang terjadi pada 11 Maret 2026 itu ke Polres Ketapang.
Putra menyebut pihak kepolisian masih melakukan upaya pencarian untuk mengetahui keberadaan terlapor hingga saat ini.
Adapun dari video berupa rekaman CCTV berdurasi 53 detik yang dilihat, awalnya ada seorang anak perempuan di dekat kursi dan meja yang tampak seperti rumah makan.
Berselang beberapa detik kemudian, sosok yang diduga ibunya datang dan terekam di video itu.
Tampak korban ditampar sebanyak satu kali pada bagian wajah. Setelah itu, anak tersebut ditendang berkali-kali pada tubuhnya.
Korban yang sudah tersungkur di lantai hingga berpindah posisi tetap ditendang oleh wanita tersebut.
Dari video itu terdengar pula sejumlah kata-kata kasar yang dilontarkan kepada anak perempuan yang kondisinya menangis meraung-raung.
Di lain sisi, terlihat adanya seorang pria namun sepanjang video 53 detik berlangsung tidak melakukan apapun. (nsi)





Komentar (0)