Koops Habema TNI Sita Tujuh Senjata Api Milik OPM Usai Baku Tembak di Yahukimo Papua Pegunungan

pantau.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Komando Operasi (Koops) Habema TNI menyita tujuh pucuk senjata api yang disebut milik anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) setelah terjadi baku tembak di kawasan Kali Senami, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu (7/11/2026).

Tujuh senjata yang diamankan terdiri atas dua senjata laras pendek dan lima senjata laras panjang beserta sejumlah amunisi serta perlengkapan lainnya.

Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan penyitaan tersebut merupakan bagian dari upaya membatasi ruang gerak kelompok bersenjata dan mengurangi potensi ancaman terhadap masyarakat.

"Setiap senjata yang berhasil diamankan berarti berkurangnya potensi ancaman terhadap keselamatan manusia. Prajurit harus tetap tegas, profesional, dan terukur dalam menjalankan tugas, dengan mengutamakan perlindungan masyarakat," kata Riyanto dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Patroli TNI Berujung Baku Tembak di Kali Senami

Riyanto menjelaskan peristiwa tersebut bermula ketika personel Koops Habema TNI melaksanakan patroli di kawasan Kali Senami, Distrik Dekai.

Saat menyusuri lokasi, personel menemukan sebuah tempat yang diduga digunakan sebagai lokasi persinggahan anggota OPM.

Personel kemudian bergerak mendekati tempat tersebut untuk melakukan pemeriksaan.

Namun, ketika mendekati lokasi, prajurit TNI berhadapan dengan anggota OPM hingga terjadi baku tembak.

Setelah kontak senjata berakhir, personel TNI berhasil mendekati lokasi yang sebelumnya diduga menjadi tempat persinggahan kelompok tersebut.

Dalam pemeriksaan di tempat kejadian, tim gabungan menemukan sejumlah senjata api dan perlengkapan lainnya.

TNI Amankan Dua Senjata Laras Pendek dan Lima Laras Panjang

Riyanto mengungkapkan tim gabungan berhasil mengamankan tujuh pucuk senjata api dari lokasi baku tembak.

"Tim gabungan menemukan tujuh pucuk senjata api, terdiri atas dua senjata laras pendek dan lima senjata laras panjang, serta sejumlah amunisi, alat bidik, teropong, dan perlengkapan lainnya. Jenis serta kondisi senjata masih dalam proses identifikasi," jelas dia.

Selain senjata api, personel juga menemukan amunisi dan perlengkapan pendukung yang berada di lokasi.

Seluruh barang yang ditemukan kemudian disita dan dibawa ke markas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Riyanto, proses identifikasi masih dilakukan untuk memastikan jenis dan kondisi senjata yang berhasil diamankan.

Keterangan resmi tersebut belum merinci jumlah anggota OPM yang terlibat dalam baku tembak maupun kemungkinan adanya korban dalam peristiwa tersebut.

Koops Habema Perkuat Pengamanan Masyarakat Papua

Riyanto menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI untuk menjaga keamanan masyarakat di Papua Pegunungan.

Menurut dia, pengamanan senjata api dari kelompok bersenjata dilakukan untuk mengurangi potensi ancaman terhadap keselamatan warga.

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme prajurit dalam menjalankan operasi keamanan dengan tetap mengutamakan perlindungan masyarakat.

"Tindakan ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman menuju Papua yang damai berkelanjutan," tutup dia.

TNI menyatakan akan terus menjalankan tugas pengamanan untuk menjaga situasi keamanan di wilayah Papua.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Duga Tuduhan untuk Lemahkan Golkar
• 12 jam lalu
0
thumb
Setelah 10 Tahun, Signal 2 Hadir dengan Kisah Baru, Kim Hye Soo dan Lee Je Hoon Kembali Beradu Akting
• 17 jam lalu
0
thumb
Link Live Streaming Valencia vs Real Madrid di Liga Spanyol, Main Jam 03.00 WIB
• 2 jam lalu
0
thumb
Doli Kurnia Bantah Terlibat Isu Munaslub Golkar 29 November
• 14 jam lalu
0
thumb
Link Live Streaming Kualifikasi Moto3 Qatar 2026, Veda Ega Pratama Bidik Posisi Terbaik
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.