Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menyiapkan portal khusus bernama National Data Intelligence (NADI) untuk membantu eksportir melaporkan kontrak komersial. Portal ini ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.
Direktur Utama DSI, Luke Thomas Mahony, mengatakan pengembangan NADI telah dilakukan sejak akhir September 2026. Saat ini, DSI tengah menguji coba portal tersebut bersama sejumlah eksportir.
“Sekarang kita tengah bekerja bersama eksportir untuk proses uji coba dan piloting. Awalnya kita mengajak 50 perusahaan untuk mencoba (NADI) dan kita akan mengajak lagi 50 perusahaan. Jadi kita akan mengajak ratusan perusahaan lainnya untuk mencoba dan memulai,” kata Luke di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (6/11).
Luke menjelaskan, sebanyak 100 perusahaan yang terlibat dalam uji coba dan piloting tersebut telah mencakup 50 persen dari komoditas sumber daya alam (SDA) yang diatur dalam kewajiban penempatan DHE. Hingga saat ini, terdapat 350 kontrak yang telah diunggah ke dalam NADI.
Menurut Luke, DSI juga memprioritaskan aspek keamanan dan akuntabilitas data dalam pengembangan portal tersebut.
DSI menjadwalkan sosialisasi NADI pada 15 November 2026. Selanjutnya, registrasi portal akan dibuka pada 15 Desember 2026.
“Pada 1 Januari 2027, NADI akan go live dan ini akan digunakan langsung untuk mengunggah dokumen PEB dan kargo final di NADI,” ungkap Luke.






Komentar (0)