Semeru Erupsi Lagi, Warga Dilarang Beraktivitas di Radius 13 Km

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Lumajang: Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu dini hari, 7 November 2026, erupsi. Semeru meluncurkan awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer dari kawah puncak ke arah tenggara, ke arah Besuk Kobokan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian menyampaikan, Gunung Semeru pada pukul 00.11 WIB mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan sekitar satu kilometer di atas puncak. Erupsi berlangsung sekitar 6 menit, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 33 mm.

"Kolom abunya teramati tebal kelabu dan condong ke arah selatan dan barat daya," kata Sigit, mengutip Antara, Sabtu, 7 November 2026.

Baca Juga :

Banjir Lahar dan Longsor Semeru Rusak 10 Rumah
Sebelumnya, pada Jumat sore, 6 November 2026, Semeru juga memuntahkan awan panas guguran sejauh 5 km ke arah Besuk Kobokan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, memastikan rentetan erupsi ini tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas warga di lereng gunung.

"Aktivitas warga berjalan lancar dan tidak ada dampak yang terjadi akibat erupsi disertai APG Semeru karena zona merah rawan bencana erupsi sudah steril dari aktivitas masyarakat," ungkap Isnugroho.

Kendati demikian, BPBD Lumajang mengimbau warga tetap waspada. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama aparat TNI dan Polri kini disiagakan di Pos Pantau Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo guna mengantisipasi peningkatan aktivitas vulkanik.

Gunung Semeru erupsi disertai awan panas guguran sejauh 3 km dari puncak Mahameru pada Kamis pagi, 5 November 2026. ANTARA/HO-PVMBG


Isnugroho mengingatkan bahwa status Gunung Semeru saat ini masih Siaga (Level III). Masyarakat dan pengunjung dilarang keras beraktivitas dalam radius 13 km dari puncak di sepanjang Besuk Kobokan.

Warga juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat awan panas dan aliran lahar berpeluang meluncur hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," sebut Isnugroho.

Lebih lanjut, BPBD Lumajang meminta masyarakat mewaspadai dampak awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Potensi bahaya ini terutama mengancam Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil di sekitarnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sikap Tegas Menko Yusril, Buka Jalur Komnas HAM Bongkar Fakta Kerusuhan Berujung Insiden Penembakan di Pidie Aceh
• 19 jam lalu
0
thumb
Polemik Ijazah Berlanjut ke Meja Hijau, UGM Beberkan Perannya di Sidang Kasus Jokowi
• 17 jam lalu
0
thumb
Pelatih Borneo FC Akui Kantongi Kelemahan PSM
• 17 jam lalu
0
thumb
Cara Membangun Festival Sekolah di Sakura School Simulator
• 16 jam lalu
0
thumb
Merawat Kebersamaan Lewat Lomba Tradisi Penjor
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.