Bukan Hanya Kurangi Garam, Asupan Kalium Juga Penting untuk Kendalikan Tekanan Darah

kompas.id
17 jam lalu
Cover Berita

Banyak orang mengira bahwa mengurangi asupan garam diperlukan untuk mencegah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah.

Namun, para peneliti mengungkapkan bahwa ternyata mengurangi asupan garam saja tidak cukup. Asupan kalium yang cukup juga penting untuk menjaga tekanan darah pada tubuh.

Laporan terbaru yang dipublikasi dalam jurnal The American Journal of Clinical Nutrition pada November 2026 menyebutkan bahwa manfaat optimal untuk menjaga tekanan darah tidak cukup hanya dengan mengurangi asupan natrium atau sodium.

Hasil yang optimal akan bisa didapatkan dengan memastikan kecukupan asupan kalium. Kedua kombinasi tersebut terbukti mampu memberikan perlindungan yang lebih besar bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Baca JugaPemerintah Wajib Lindungi Warga dari Produk Tinggi Gula, Garam, dan Lemak
Baca JugaPola Hidup Tak Sehat Picu Banyak Anak Sekolah Terdeteksi Tekanan Darah Tinggi

Profesor Emeritus di Robert Larner, MD College of Medicine, University of Vermont, AS, Naomi Fukagawa menyampaikan, pola makan mesti dilihat secara menyeluruh. Setiap komponen makanan saling berinteraksi dan memengaruhi kerja berbagai sistem dalam tubuh.

Selama puluhan tahun, upaya pengendalian tekanan darah lebih banyak berfokus pada pembatasan konsumsi garam harian. Padahal, natrium dan kalium merupakan dua mineral yang bekerja saling berkaitan dalam mengatur keseimbangan cairan dan tekanan darah di dalam tubuh.

“Bukti yang berkembang menunjukkan bahwa meningkatkan asupan kalium dalam makanan serta mengurangi asupan natrium dapat mengelola hipertensi dengan lebih baik,” kata Fukagawa.

Oleh sebab itu, ia menuturkan, edukasi mengenai pengelolaan hipertensi sebaiknya tidak sekadar mendorong pembatasan konsumsi garam, melainkan juga meningkatan asupan makanan yang tinggi kalium. Natrium dan kalium memang memiliki fungsi berbeda, namun keduanya saling melengkapi.

Natrium yang dikonsumsi berlebihan dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Hal itu berisiko menyebabkan peningkatan tekanan darah di dalam pembuluh darah. Sebaliknya, kalium membantu ginjal membuang kelebihan natrium lewat urin. Mineral juga berperan menjaga fungsi dinding pembuluh darah agar tetap bekerja optimal.

Bukti yang berkembang menunjukkan bahwa meningkatkan asupan kalium dalam makanan serta mengurangi asupan natrium dapat mengelola hipertensi dengan lebih baik.

Ketika asupan natrium terlalu tinggi, sementara kalium terlalu rendah, itu membuat keseimbangan antara kedua mineral tersebut terganggu di dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya peningkatan tekanan darah dalam jangka panjang,

Angka hipertensi

Persoalan terkini yakni pola makan tinggi natrium dan rendah kalsium masih banyak ditemukan di masyarakat. Konsumsi makanan tinggi garam tidak diimbagi dengan asupan buah dan sayuran ataupun makanan lain yang tinggi kalium.

Baca JugaTensi Tinggi Penduduk Indonesia, Remaja Juga Banyak yang Hipertensi
Baca JugaHati-hati, Ada 8 Pengawet Makanan yang Dikaitkan dengan Hipertensi

Hal itu menyebabkan angka hipertensi atau tekanan darah tinggi di masyarakat masih tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat 1,28 miliar orang dewasa usia 30-79 tahun di dunia yang mengalami hipertensi. Sebagian besar kasus ditemukan di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Di Indonesia, angka hipertensi juga tinggi. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada 2023 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah pada penduduk usia 18 tahun ke atas mencapai 30,8 persen. Angka itu mengungkapkan satu dari sepuluh orang dewasa mengalami tekanan darah tinggi.

Konsumsi tinggi garam tidak hanya disebabkan dari garam dapur yang ditambahkan ketika memasak. Konsumsi mi instan, makanan kalengan, makanan cepat saji, kerupuk, serta berbagai saus dan bumbu juga patut diperhitungkan sebagai sumber pangan yang tinggi natrium.

WHO telah menganjurkan konsumsi garam harian kurang dari 2.000 miligram per hari atau setara kurang dari 5 gram. Merujuk pada rekomendasi Kementerian Kesehatan, batasan konsumsi garam tersebut setara dengan ukuran satu sendok teh per hari.

Selain mengurangi asupan garam, konsumsi kalium juga perlu ditingkatkan. Asupan kalium sebenarnya bisa didapatkan dari makanan yang mudah dijumpai sehari-hari, seperti pisang, kentang, bayam, kacang-kacangan, dan tomat.

Baca JugaIsi Piring Sehat yang Menjauh dari Anak
Baca JugaGaya Hidup Sehat sejak Dini Tekan Risiko Penyakit Jantung

Meski demikian, peneliti dari University of Vermont menyampaikan bahwa konsumsi produk garam pengganti yang rendah natrium dan tinggi kalium bisa menjadi pilihan. Produk tersebut dibuat dengan mengganti natrium klorida pada garam menjadi kalium klorida.

Potensi penggunaan garam pengganti tersebut sempat diungkapkan pula dalam penelitian yang dilakukan oleh Griffith University dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2024. Dalam penelitian yang dipublikasi pada The Lancet Regional Health-Southeast Asia disebutkan bahwa penggunaan garam rendah natrium kaya kalium berpotensi meningkatkan manfaat kesehatan.

Peneliti utama darI Griffith University, Leopold Aminde menuturkan, garam pengganti rendan natrium memiliki tampilan yang sama dengan garam pada umumnya. Rasanya pun hampir sama sehingga tidak mengganggu kenyamanan konsumen.

“Penggunaan garam pengganti rendah natrium berpotensi memberikan dampak positif bagi sistem kesehatan Indonesia dengan menurunkan tekanan darah serta mencegah serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal,” ujarnya.

Peneliti BRIN yang juga salah satu penulis dalam penelitian tersebut, Wahyu Nugraheni mengatakan, penggunaan garam rendah natrium dan tinggi kalium patut dipertimbangkan bagi masyarakat di Indonesia. Masyarakat Indonesia termasuk penduduk yang tinggi mengonsumi garam.

“Garam rendah natrium tinggi kalium adalah pilihan yang sangat baik untuk membantu orang mengurangi natrium dalam makanan mereka dengan mudah, “ katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bertemu Prabowo, Dubes Negara Sahabat Komitmen Perkuat Kemitraan Strategis
• 23 jam lalu
0
thumb
Rektor ITS Buka Peluang Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi di Bidang Golf
• 9 jam lalu
0
thumb
PPPK Penuh Waktu Bukan Hanya Guru Bisa Ikut Tes CPNS, Bagaimana Syarat Usia?
• 18 jam lalu
0
thumb
5 Berita Terpopuler: Mensesneg Beri Pengumuman Penting, PPPK PW Diangkat Jadi ASN Penuh Tanpa Tes, DPR Sepakat
• 16 jam lalu
0
thumb
Polrestabes Surabaya Bagikan 1.000 Alarm Motor Gratis untuk Cegah Curanmor
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.