Iran Diam-Diam Kirimkan Proposal ke AS, Ada Apa?

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: AFP/-

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran dikabarkan telah mengirimkan sebuah proposal nuklir kepada Amerika Serikat (AS) melalui perantara Qatar. Langkah diplomasi ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan perang antara Washington dan Teheran.

Mengutip Arab News, Jumat (6/11/2026), proposal tersebut hanya akan dibahas setelah AS memenuhi tujuh tuntutan dari Iran. Seorang pejabat senior Iran anonim menyebut bahwa Washington saat ini tengah meninjau proposal yang rinciannya masih dirahasiakan itu.

Para mediator kini terus mengintensifkan upaya mereka untuk segera mengakhiri perang berdarah antara Iran dan AS. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran besar bahwa konflik akan kembali meletus secara mematikan pascapemilihan umum sela AS.


Presiden Donald Trump pada hari Selasa bahkan menolak untuk mengesampingkan dimulainya kembali operasi tempur setelah pemungutan suara tersebut. Di sisi lain, Iran juga berencana melancarkan pembalasan yang jauh lebih luas jika perang kembali berlanjut.

Pilihan Redaksi
  • Thailand Gabung 33 Negara Siaga, Warga Siapkan Tas Darurat 72 Jam
  • China Desak 5 Negara Tetangga RI Tolak Campur Tangan Asing
  • Kronologi Bank Kolaps Buat Presiden Mundur Diperiksa Kejaksaan
  • Menhub Mundur dari Jabatan karena Kecelakaan Maut Kereta

Pejabat tinggi keamanan Iran, Mohsen Rezaei, sebelumnya telah menyinggung persoalan ini secara langsung. Hal itu ia sampaikan saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia pada hari Kamis.

"Terkait masalah diplomasi, kami telah mengumumkan tujuh syarat kepada pihak Amerika," ungkapnya.

"Selama mereka tidak melaksanakan ketujuh syarat kami, kami tidak akan membuka Selat Hormuz maupun mengadakan negosiasi."

Teheran secara tegas menuntut pencabutan sanksi AS, pembebasan aset Iran yang dibekukan, hingga kompensasi perbaikan perang. Sementara itu, Washington bersikeras bahwa isu nuklir harus menjadi bagian dari negosiasi awal tersebut.

AS dan Israel sebelumnya diketahui telah menyerang wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Iran kemudian meresponsnya dengan serangan balasan ke Israel dan negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.

Konflik bersenjata pada akhirnya juga ikut meletus di Lebanon antara kelompok Hizbullah yang didukung Iran dan pasukan Israel. Kekacauan baru-baru ini bahkan telah menyebar luas secara cepat hingga ke wilayah Yaman.

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran telah ikut bermanuver dengan melancarkan rentetan serangan mematikan dari Yaman. Mereka secara agresif menargetkan fasilitas energi, bandara, dan berbagai target strategis lainnya di Arab Saudi.


(tps/sef)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Iran-AS Buntu, Teheran Sebut Belum Ada Kemajuan Negosiasi

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
The Weeknd telah melampaui Elton John dalam pendapatan tur dunia
• 13 jam lalu
0
thumb
Panik Dipergoki Polisi di Dalam Mobil, Guru Diduga Mesum Tabrak 2 Anggota PJR 
• 8 jam lalu
0
thumb
MG Siapkan Sejumlah Model Baru untuk Indonesia, Meluncur 2027?
• 10 jam lalu
0
thumb
Pertamina Patra Niaga Gelar Grand Final BGCC 2026, Perebutkan Kursus Masak Internasional
• 5 jam lalu
0
thumb
Wamenko Pangan: 400 pengusaha tambang digandeng atasi karhutla Kalteng
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.