Dari Ukraina Hingga Iran, 6 Poin Ini Jelaskan Dampak Keterpurukan Trump dari Kekalahan Pemilu

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

WASHINGTON-Kekalahan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu Amerika Serikat memicu beragam reaksi dari berbagai negara.

Sebagian pihak yang selama ini berseberangan dengan Presiden Donald Trump menyambut hasil tersebut dengan kepuasan, sementara negara-negara sekutu Washington justru diliputi kekhawatiran.

Baca Juga
  • Kebaikan dan Keburukan Ibarat Pintu Punya Kunci dan Gembok, Apa dan Bagaimana?
  • Lisan Memang Berbahaya tetapi Juga Memiliki Ibadah Kaya Pahala, Ini 5 Kebaikan dari Lisan
  • 5 Penyakit Lisan Sangat Berbahaya dan Diperingatkan Rasulullah SAW, Namun Banyak Diabaikan

Di tengah perubahan peta politik di Washington, muncul berbagai pertanyaan mengenai masa depan perang terhadap Iran, harga energi, perdagangan global, serta hubungan Amerika Serikat dengan China, Eropa, dan Ukraina.

The New York Times mengutip sejumlah pejabat dan analis internasional yang menyebut kekalahan Partai Republik hingga kehilangan kendali atas kedua kamar Kongres disambut lega oleh lawan-lawan politik Trump.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Namun, hasil tersebut sekaligus membuka ketidakpastian mengenai arah kebijakan pemerintahan Amerika Serikat pada periode mendatang. Terlebih, Trump masih memiliki kewenangan luas dalam menentukan kebijakan luar negeri.

Berikut enam poin utama untuk memahami dampak internasional dari kekalahan tersebut.

1. Sekutu Amerika yang kecewa terhadap trump ikut merayakan

Sejumlah sekutu tradisional Washington yang hubungannya dengan Trump mengalami ketegangan tidak menyembunyikan kepuasan mereka atas hasil pemilu tersebut.

Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Ronald Lamola menyebut kemenangan tersebut sebagai kemenangan bagi demokrasi dan supremasi hukum.

Pernyataan itu muncul di tengah perselisihan antara Pretoria dan Washington, menyusul tuduhan Trump bahwa pemerintah Afrika Selatan melakukan persekusi terhadap warga kulit putih dan merampas tanah mereka.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dari Penerima Jadi Pemberi: Estafet Beasiswa untuk Anak-anak di Lereng Merapi dan Merbabu
• 15 jam lalu
0
thumb
Jokowi Sudah Pamer Ijazah, Roy Suryo Tetap Ngotot Palsu, Alasannya Tiga...
• 21 jam lalu
0
thumb
PB HMI Kecam Kasus Penyadapan Ilegal, Dorong UU Anti-Spionase
• 6 jam lalu
0
thumb
Wall Street Bergejolak usai Pemilu AS, IPO Anthropic Terancam Ditunda
• 15 jam lalu
0
thumb
KAI: Pemerintah Siapkan Rp2 Triliun untuk Pembangunan Proyek Kereta Bali
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.