HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Sulawesi Selatan akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada 21–22 November 2026 di Hotel Novotel Makassar Grand Shayla, Jalan Chairil Anwar No. 28, Kota Makassar.
Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban, Kebangkitan Ekonomi, dan Perekat Keutuhan Umat di Sulawesi Selatan” ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan DMI Sulawesi Selatan lima tahun ke depan.
Muswil merupakan forum permusyawaratan tertinggi di tingkat wilayah yang memiliki peran penting dalam mengevaluasi pelaksanaan program kerja kepengurusan sebelumnya, menetapkan program strategis, serta memilih kepengurusan PW DMI Sulawesi Selatan periode 2026–2031.
Sekretaris DMI: Masjid Harus Menjadi Pusat Peradaban Umat
Sekretaris DMI Sulawesi Selatan, H. Hasid Hasan Palogai, menyampaikan bahwa Muswil bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memakmurkan masjid dan meningkatkan kontribusinya bagi kehidupan masyarakat.
“Masjid harus kita dorong menjadi pusat peradaban umat. Tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan persatuan masyarakat. Melalui Muswil ini, kita berharap lahir rumusan program kerja yang lebih progresif dan mampu menjawab tantangan umat ke depan,” ungkapnya.
Ia juga berharap seluruh jajaran DMI, mulai dari tingkat wilayah hingga kabupaten/kota, dapat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan gerakan kemasjidan di Sulawesi Selatan.
Prof. Natsir Siola: DMI Membutuhkan Media sebagai Corong Pemberitaan Positif Keummatan
Tokoh masyarakat Sulawesi Selatan, Prof. Natsir Siola, menekankan pentingnya membangun hubungan strategis antara DMI dan media massa dalam memperluas jangkauan informasi serta publikasi berbagai kegiatan positif keummatan.
Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai aktivitas, gagasan, dan kontribusi DMI kepada masyarakat luas.
“Fajar merupakan kantor berita tertua di Sulawesi Selatan. Karena itu, keberadaan media seperti Fajar sangat penting bagi DMI. DMI membutuhkan media sebagai corong pemberitaan untuk menyampaikan berbagai informasi positif tentang kegiatan keummatan, gerakan kemasjidan, dakwah, serta kontribusi masjid dalam pembangunan masyarakat,” ungkap Prof. Natsir Siola.
Ia berharap sinergi antara DMI dan media dapat terus diperkuat sehingga berbagai aktivitas masjid dan gerakan pemberdayaan umat memperoleh ruang publikasi yang lebih luas.
Prof. Hamsu Gani: DMI Membutuhkan Model Kepemimpinan yang Berkelanjutan
Sementara itu, Prof. Hamsu Gani, yang disebut sebagai salah satu kandidat Ketua DMI Sulawesi Selatan, menyoroti pentingnya kesinambungan kepemimpinan dalam menjaga arah dan keberlanjutan organisasi.
Menurutnya, DMI masih membutuhkan model kepemimpinan seperti yang dimiliki oleh Mayjen TNI (Purn) H. Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, SH., MH., selaku Ketua PW DMI Sulawesi Selatan saat ini.
“Prof. Hamsu Gani berpandangan bahwa DMI masih membutuhkan model kepemimpinan seperti yang dimiliki Mayjen TNI (Purn) H. Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, SH., MH. Pengalaman, pola kepemimpinan, serta kesinambungan dalam menggerakkan organisasi menjadi hal penting untuk diperhatikan dalam menentukan arah DMI ke depan,” demikian pandangan yang disampaikan dalam konteks persiapan Muswil.
Pandangan tersebut menjadi salah satu bagian dari dinamika pemikiran menjelang Muswil, yang diharapkan berlangsung dalam suasana demokratis, penuh kekeluargaan, dan mengedepankan kepentingan organisasi.
150 Peserta dari 24 Kabupaten/Kota
Bendahara DMI Sulsel, H. Hasnawi Makatutu, menjelaskan bahwa kegiatan ini direncanakan diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas unsur Pimpinan Pusat DMI, pengurus PW DMI Sulawesi Selatan, perwakilan Pimpinan Daerah DMI dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, serta undangan khusus dan tokoh agama maupun masyarakat.
Menurutnya, seluruh persiapan terus diarahkan agar Muswil dapat berlangsung tertib, lancar, dan menghasilkan keputusan organisasi yang strategis.
“Kami sebagai panitia berkomitmen mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan Muswil dengan sebaik-baiknya. Kami berharap seluruh peserta dari 24 kabupaten/kota dapat berpartisipasi aktif, menjaga suasana musyawarah yang demokratis, serta mengedepankan semangat persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Muswil bukan hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari kualitas keputusan dan rekomendasi yang dihasilkan untuk kemajuan DMI serta kemakmuran masjid di Sulawesi Selatan.
Bahas Pertanggungjawaban dan Pemilihan Ketua Periode 2026–2031
Berdasarkan agenda yang telah disusun, rangkaian kegiatan Muswil dimulai pada Sabtu, 21 November 2026, dengan registrasi peserta dan penyerahan mandat, dilanjutkan acara pembukaan yang dijadwalkan dihadiri Ketua PW DMI Sulsel, Ketua Pimpinan Pusat DMI, serta Gubernur Sulawesi Selatan.
Agenda persidangan meliputi pengesahan tata tertib dan jadwal acara, pemilihan pimpinan Muswil, penyampaian laporan pertanggungjawaban PW DMI Sulsel periode 2021–2026, serta pemandangan umum Pimpinan Daerah terhadap laporan pertanggungjawaban tersebut.
Pada Ahad, 22 November 2026, kegiatan dilanjutkan dengan sidang komisi, pengesahan hasil sidang komisi, pemilihan Ketua PW DMI Sulawesi Selatan periode 2026–2031, pemilihan anggota formatur, dan penutupan Muswil.
Memperkuat Fungsi Strategis Masjid
Melalui Muswil ini, DMI Sulawesi Selatan diharapkan semakin memperkuat posisi masjid sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan solidaritas sosial dan keagamaan.
Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga diharapkan mampu menjadi pusat peradaban yang memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan masyarakat.
Dengan semangat Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid, Muswil DMI Sulsel 2026 diharapkan melahirkan kepemimpinan yang amanah, program kerja yang visioner, serta gerakan kemasjidan yang semakin berdampak bagi masyarakat Sulawesi Selatan.






Komentar (0)