Hegseth Tolak Desakan Pemakzulan Terkait Perang Iran

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Washington: Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menegaskan akan tetap menjabat di tengah upaya sejumlah anggota Kongres untuk memakzulkannya terkait perang dengan Iran.

Dalam pesan video berdurasi lebih dari empat menit yang diunggah ke media sosial pada Kamis, Hegseth menanggapi tekanan yang meningkat setelah pemilu sela pada 3 November, seperti dilaporkan Asia Today.

Baca Juga :

Anggota DPR AS Ancam Ajukan Kembali Pemakzulan Menhan Pete Hegseth
Ia membela operasi militer AS di Iran sebagai upaya “berani dan bersejarah” untuk mencegah negara itu memperoleh senjata nuklir. Hegseth juga mempertahankan reformasi di Pentagon, termasuk perubahan di jajaran pimpinan senior militer dan penghapusan program keberagaman di angkatan bersenjata.

Hegseth menyebut upaya pemakzulan sebagai serangan bermotif politik dan berjanji tetap menjalankan tugasnya.

Presiden Donald Trump turut membela kinerja Hegseth saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada hari yang sama. Trump mengatakan Hegseth telah bekerja dengan “sangat baik” dan menepis kemungkinan ia akan diganti.

Menurut Trump, kritik terhadap Hegseth merupakan konsekuensi yang tak terhindarkan dari perubahan di jajaran pimpinan militer.

Sikap Kongres terhadap Hegseth masih terbelah. Partai Demokrat, yang meraih mayoritas di DPR dalam pemilu sela, berjanji menggelar serangkaian sidang pada periode Kongres berikutnya untuk mengkaji penanganan operasi militer dan keputusan kepegawaian di Pentagon.

Pemimpin Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, secara terbuka mempertanyakan apakah Hegseth masih layak menjabat. Sementara itu, anggota Komite Angkatan Bersenjata berencana menelaah alasan pemberhentian Ketua Kepala Staf Gabungan serta legalitas operasi militer di laut.

Kritik juga muncul dari Partai Republik, meski sebagian lainnya merespons dengan lebih hati-hati. Anggota DPR Thomas Massie mengumumkan rencana untuk kembali mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Hegseth.

Senator Thom Tillis memperingatkan, ketegangan antara Pentagon dan Kongres dapat mempersulit pengesahan usulan anggaran pertahanan pemerintahan Trump senilai USD1,5 triliun.

Wakil Presiden JD Vance juga mempertanyakan efektivitas politik dan militer operasi di Iran setelah hasil pemilu terbaru. Perdebatan mengenai kinerja Hegseth diperkirakan berlanjut di dalam maupun di luar pemerintahan.

(Razaqa Hariz)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menperin Buka Opsi Kawasan Industri di Maluku, Tak Harus KEK
• 15 jam lalu
0
thumb
Komisi III Ungkap 8 Poin Penting RUU Perampasan Aset, Korban Penipuan Bisa Terima Pengembalian Aset
• 11 jam lalu
0
thumb
Momen Panas di Sidang Roy Suryo: Kubu Terdakwa dan Jaksa Debat, Hakim Ancam Usir yang Teriak
• 22 jam lalu
0
thumb
Audio Intelligence berbasis AI pada Apple Watch mulai diuji coba
• 17 jam lalu
0
thumb
Tak akan Ada yang Selamat! Kapolri Bentuk Tim Khusus Usut Skandal Sadap Prabowo
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.