Harga Tembaga Jatuh Jelang Akhir Pekan, Kekhawatiran Investasi AI Tekan Pasar

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Harga tembaga melemah pada perdagangan Jumat (6/11/2026) dan berpotensi mencetak penurunan mingguan terbesar sejak Maret.

Harga Tembaga Jatuh Jelang Akhir Pekan, Kekhawatiran Investasi AI Tekan Pasar. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga tembaga melemah pada perdagangan Jumat (6/11/2026) dan berpotensi mencetak penurunan mingguan terbesar sejak Maret.

Tekanan datang dari aksi jual saham teknologi global yang turut mengguncang sentimen pasar terhadap prospek investasi kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga:
Harga CPO Jatuh 2 Persen, Terseret Pelemahan Minyak Kedelai

Kontrak tembaga acuan untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 1,3 persen menjadi USD13.663 per ton pada pukul 14.00 WIB.

Dengan pergerakan tersebut, harga tembaga diperkirakan mencatat penurunan 3,44 persen sepanjang pekan ini.

Baca Juga:
OCBC NISP Jadi Penghuni Baru, Ini Daftar Lengkap Bank Penampung DHE SDA

Sementara itu, kontrak tembaga yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange (SHFE) melemah 1,08 persen menjadi 106.830 yuan atau setara USD16.018,17 per ton.

Pelemahan tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap prospek investasi AI. Harga tembaga kini semakin dipengaruhi oleh sentimen terhadap ekspansi pusat data (data center).

Baca Juga:
DSI Tegaskan Hanya Sebagai Perantara Ekspor, Tidak Beli Langsung Komoditas dari Perusahaan

Analis Utama CRU, Craig Lang, mengatakan, perkembangan investasi pusat data menjadi salah satu faktor yang semakin memengaruhi pergerakan harga tembaga.

Saham-saham teknologi tertekan setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran mengenai peningkatan pengawasan regulasi yang berpotensi membatasi ekspansi industri AI.

Di sisi lain, keterbatasan pasokan memberikan bantalan bagi harga tembaga sehingga penurunannya tidak semakin dalam.

"Saya akan berhati-hati untuk menyebut kondisi ini sebagai koreksi yang berkelanjutan, mengingat tantangan pasokan tambang yang masih berlangsung dan ketersediaan logam yang sangat ketat di luar AS," kata Lang, seperti dikutip Reuters.

Persediaan tembaga di gudang-gudang yang dipantau SHFE turun lebih dari 24 persen sepanjang pekan ini menjadi hanya 33.848 ton. Angka tersebut merupakan level terendah dalam hampir tiga tahun.

Premi tembaga Yangshan yang menjadi salah satu indikator permintaan impor di China juga meningkat menjadi USD210 per ton pada Kamis. Angka tersebut menyamai rekor tertinggi sepanjang masa.

Kondisi ini terjadi ketika fasilitas peleburan tembaga di China menghadapi tekanan ganda, yakni biaya pengolahan yang negatif serta penurunan harga asam sulfat.

Sementara itu, persediaan di gudang-gudang di luar AS terus terkuras karena pasokan dialihkan ke negara tersebut menjelang kemungkinan pemberlakuan tarif impor tembaga olahan.

Lang menilai keterbatasan pasokan fisik tersebut dapat menopang harga tembaga di tengah melemahnya sentimen investor.

"Keterbatasan pasokan fisik ini seharusnya memberikan dukungan terhadap harga di tengah melemahnya sentimen investor," ujarnya.

Di antara logam industri lainnya yang diperdagangkan di LME, aluminium turun 0,54 persen, seng melemah 1,42 persen, timah hitam terkoreksi 0,45 persen, nikel turun 0,23 persen, sedangkan timah menguat 0,83 persen.

Di SHFE, harga aluminium turun tipis 0,04 persen, seng melemah 1,35 persen, timah hitam terkoreksi 0,03 persen, nikel menguat 2,14 persen, dan timah anjlok 3,45 persen.

Secara mingguan, persediaan logam di gudang-gudang yang dipantau SHFE mengalami penurunan secara merata, dengan penurunan terbesar terjadi pada aluminium dan timah hitam. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Guru Besar Nilai Skandal Penyadapan Presiden Belum Memenuhi Unsur Makar
• 2 menit lalu
0
thumb
China Desak 5 Negara Tetangga RI Tolak Campur Tangan Asing
• 17 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Gratiskan Pencatatan Hak Cipta 19 Jenis Karya, Pengamat Sebut Tarif Rp0 Ringankan Beban Kreator dan UMKM
• 22 jam lalu
0
thumb
Karoseri Delima Mandiri Bikin Mobil Pendingin atau Boks Angkut, Mulai Rp196 Jutaan
• 21 jam lalu
0
thumb
OJK Revisi Proyeksi Pertumbuhan Industri Jasa Keuangan 2026
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.