Dua Prajurit Gugur dalam Kecelakaan Mi-17, Satu Kru Masih Dicari di Perairan Kalteng

eranasional.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kalteng, ERANASIONAL.COM –  Proses pencarian dan evakuasi Sertu (Anum) Heri Teguh Prasetyo, salah satu kru helikopter Mi-17V5 yang jatuh di perairan Kalimantan Tengah (Kalteng), masih menghadapi sejumlah hambatan.

Helikopter milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) tersebut mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Rabu (4/11).

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan, salah satu kendala utama dalam proses evakuasi adalah kondisi air di lokasi jatuhnya helikopter yang sangat keruh dan berlumpur.

Kondisi tersebut membuat jarak pandang penyelam menjadi sangat terbatas.

Bahkan, dalam upaya penyelaman sebelumnya, petugas tidak mampu melihat langsung badan helikopter sehingga harus mengandalkan rabaan untuk memastikan keberadaannya.

“Visibility bagi para penyelam sangat terbatas. Airnya sangat kotor, keruh dan berlumpur. Kemarin sudah dicoba untuk menyelam, tetapi sama sekali tidak bisa melihat. Jadi hanya bisa meraba badan helikopter tersebut,” ujar Raja Juli dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11).

Selain visibilitas bawah air, gelombang laut yang cukup besar juga menjadi tantangan bagi tim gabungan dalam melaksanakan proses evakuasi.

Meski demikian, persiapan terus dilakukan untuk mendukung penyelaman berikutnya. Tim penyelam telah mendapatkan pembekalan mengenai struktur dan bagian-bagian helikopter Mi-17V5.

Mereka juga mempelajari sejumlah gambar dan rekaman video pesawat tersebut, termasuk posisi pintu utama, pintu darurat, serta mekanisme membuka sabuk pengaman.

Pengetahuan tersebut diharapkan mempermudah petugas ketika melakukan evakuasi di dalam badan helikopter, meskipun harus bekerja dengan kondisi jarak pandang yang nyaris tidak ada.

“Kita sudah memiliki gambar dan video Heli Mi-17 ini. Para penyelam sudah diberikan pengetahuan mengenai posisi pintu yang bisa dibuka, pintu darurat, serta bagaimana cara melepaskan sabuk pengaman dan sebagainya,” jelasnya.

Raja Juli juga menyampaikan bahwa upaya penarikan badan helikopter sebelumnya telah mendapat bantuan dari helikopter jenis Kamov.

Untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi, kekuatan personel penyelam turut ditambah.

Tim gabungan mendapat dukungan dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, serta penyelam lokal.

Dari sebelumnya enam penyelam, jumlah personel yang dikerahkan direncanakan bertambah dengan lima penyelam dari Basarnas dan tujuh personel TNI AL, ditambah tenaga penyelam lokal.

Dengan penambahan tersebut, total personel penyelam yang terlibat diperkirakan mencapai sekitar 25 orang.

“Hari ini, insyaallah akan ada penambahan kekuatan penyelam untuk mengevakuasi helikopter ini. Ada tambahan dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan penyelam lokal. Totalnya sekitar 25 orang yang akan bersama-sama melakukan evakuasi,” ungkap Raja Juli.

Ia menegaskan, seluruh unsur terkait terus berupaya maksimal agar proses pencarian dan evakuasi dapat diselesaikan dengan baik.

Operasi tersebut dilaksanakan melalui koordinasi Pangdam, Kapolda, gubernur, hingga bupati setempat sesuai arahan Presiden.

“Ini merupakan upaya maksimal di bawah kepemimpinan Pak Pangdam, Pak Kapolda, Pak Gubernur, dan Pak Bupati beserta seluruh jajaran. Perintah Presiden agar proses evakuasi dan penyelamatan ini berjalan dengan baik,” katanya.

Dua Prajurit Gugur, Satu Masih Dicari

Sebelumnya, helikopter Mi-17V5 milik Penerbad mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

Insiden tersebut mengakibatkan dua prajurit TNI AD meninggal dunia, yakni Letkol CPN (Anum) Dudi Firmansyah dan Kapten CPN (Anum) Nurhafiz Akbar.

Sementara itu, Sertu (Anum) Heri Teguh Prasetyo hingga kini masih dalam proses pencarian dan evakuasi.

Adapun lima prajurit lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Mereka masing-masing Kapten Korps Penerbangan Febri, Kapten Korps Penerbangan Sugand, Letnan Dua Korps Penerbangan Fercis, Prajurit Satu Gilang, serta Sersan Kepala Kadiya.

Kelima prajurit tersebut telah mendapatkan penanganan medis. []


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia Akan Digelar di Unair Surabaya
• 19 jam lalu
0
thumb
Kasus Dugaan Penyadapan Presiden, Polri Tetapkan Tersangka Baru, Jenderal Lagi?
• 19 jam lalu
0
thumb
Sempat Ditutup karena Rawan Kebakaran, Izin Event dan Syuting di Bromo Dibuka Lagi
• 18 jam lalu
0
thumb
Potret Demo Besar-besaran Pecah, Pelajar hingga Buruh Blokade Jalanan
• 18 jam lalu
0
thumb
Modus Berangkat Haji Lewat Malaysia, Agen Travel Ilegal di Bali Raup Rp 350 Juta Per Jemaah
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.