Unesa Inisiasi Gerakan Senam Guru, Kemendikdasmen Beri Apresiasi

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menginisiasi Senam Guru dan Senam Anak Indonesia Hebat yang berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 2026.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 2.000 peserta pada Jumat (6/11/2026) pagi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kebugaran guru sebagai salah satu fondasi untuk mewujudkan pendidikan berkualitas.

Gogot Suharwoto Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD, Dikdas, dan PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menyampaikan apresiasi atas inisiatif Unesa.

Menurut Gogot, program Senam Guru Indonesia menjadi pelengkap gerakan Senam Anak Indonesia Hebat yang telah lebih dahulu dicanangkan pemerintah. Ia menilai keberhasilan membangun generasi yang sehat dan hebat perlu dimulai dari tenaga pendidik yang memiliki kondisi fisik prima.

“Kita sudah mencanangkan Senam Anak Indonesia Hebat. Ternyata Senam Anak Indonesia Hebat itu harus didukung oleh guru yang hebat juga. Nah, guru hebat dan kuat itu dimulai dari guru yang sehat,” ujar Gogot.

Penyerahan piagam rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Nurhasan Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Jumat (6/11/2026). Foto: Humas Unesa

Karena itu, pemerintah mendukung pelaksanaan Senam Guru yang diluncurkan Unesa. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda pemecahan rekor, tetapi dapat diterapkan secara lebih luas di lingkungan pendidikan.

Gogot juga mengaitkan pentingnya kesehatan dengan delapan dimensi profil lulusan Indonesia. Menurutnya, kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam tujuan pendidikan nasional yang semakin mendapat perhatian sejak 2025.

“Sehat ini menjadi modal utama bagi bangsa kita. Anak-anak Indonesia hebat itu mulainya dari sehat,” katanya.

Ia menambahkan, upaya membangun kebiasaan hidup sehat perlu didukung kebijakan yang dapat diterapkan di berbagai satuan pendidikan. Pemerintah sebelumnya telah meluncurkan gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat melalui Surat Edaran Bersama yang melibatkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri.

Gogot berharap Senam Guru Indonesia juga dapat diterapkan di sekolah umum, perguruan tinggi, hingga madrasah. Dengan demikian, gerakan menjaga kebugaran dapat menjangkau lebih banyak tenaga pendidik dan lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Nurhasan Rektor Unesa menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan Senam Guru dan Senam Anak Indonesia Hebat bukan semata-mata untuk mencatatkan rekor MURI. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya menyiapkan masyarakat yang sehat dan bugar, dimulai dari guru dan siswa.

Menurut Nurhasan, Unesa turut melakukan penelitian untuk memastikan gerakan senam yang diperkenalkan benar-benar memberikan manfaat bagi kebugaran tubuh.

“Jangan sampai ketika senam enggak ada manfaatnya. Jadi kebugaran akan dicapai,” ujarnya.

Ia berharap kebugaran dapat meningkatkan kemampuan guru dan masyarakat dalam berkarya, beraktivitas, serta mengembangkan kreativitas. Kondisi masyarakat yang lebih sehat juga dinilai dapat membantu mengurangi beban pembiayaan kesehatan, termasuk yang berkaitan dengan layanan BPJS Kesehatan.

Nurhasan menilai kebugaran sumber daya manusia menjadi salah satu modal penting untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas pada 2045. “Kita harus bugar. Tidak ada kata lain,” tegasnya. (saf/bil/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Usai Hadiri Sidang Kasus Ijazah, Jokowi Posting Jalan-jalan ke Mal Bareng Kaesang Pangarep
• 1 jam lalu
0
thumb
KPK Sita Rp 2 M dari Dirut PT KAI Terkait Digitalisasi SPBU
• 4 jam lalu
0
thumb
Ekonom Ramal Ekonomi RI Bisa Tumbuh Capai 5,35% di 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Pangkogabwilhan III Pimpin Patroli Udara dan Tinjau Pos TNI di Intan Jaya
• 5 jam lalu
0
thumb
Tunjukkan Ijazah dari SD hingga S1, Jokowi Serahkan Putusan pada Majelis Hakim
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.