Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta tim khusus investigasi kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dibentuk Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk bekerja transparan.
Dalam kasus ini, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Slamet Uliandi telah ditetapkan sebagai tersangka.
Prasetyo meminta, tidak ada yang disembunyikan dari pengungkapan kasus ini.
“Diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, transparan. Dan juga jangan ada yang ditutup-tutupi,” ujar Prasetyo di DPR, Jumat (6/11).
Prasetyo menyebut pemerintah bakal terus meningkatkan kewaspadaan usai mencuatnya kasus ini.
“Lho kalau kewaspadaan kan terus menerus, ya. Kewaspadaan terus menerus. Bersih-bersih terus,” tuturnya.
Terkait adanya isu seorang ketua umum partai politik ikut terlibat di balik kasus ini, Prasetyo mengaku belum mendengar.
“Aku belum dengar,” ucapnya.
Sementara, terkait adanya konsolidasi ketua umum-ketua umum partai politik di dalam koalisi untuk merespons kasus ini, Prasetyo menyebut hal ini merupakan kegiatan rutin.
“Ya kan rutin kita kalo konsolidasi. Pertemuan-pertemuan juga rutin. Tapi kan tidak semuanya kita sampaikan,” tandasnya.






Komentar (0)