Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku mengalami nama baik dan reputasinya tercemar akibat tudingan ijazah palsu yang ditujukan kepadanya. Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan keterangan dalam persidangan kasus dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (6/11).
Ketika ditanya jaksa mengenai kerugian yang dialaminya akibat perbuatan terdakwa, Jokowi menyebut dirinya merasa dihina dan direndahkan.
"Kerugian immaterial, Yang Mulia. Kerugian immaterial karena tercemarnya nama baik saya dan juga ee keluarga saya, dan kemudian saya juga merasa telah dihina, direndahkan dengan amat sangat," kata Jokowi.
Jokowi menyebut tuduhan tersebut berdampak terhadap reputasi dan kepercayaan publik terhadap dirinya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan survei terakhir yang diingatnya, terdapat 18 persen masyarakat Indonesia yang percaya terhadap tuduhan ijazah palsu tersebut.
"Karena kalau kita lihat dari survei terakhir, seingat saya 18% masyarakat Indonesia percaya terhadap tuduhan ijazah palsu ini, Yang Mulia. 18% itu kalau dikonversi ke orang itu kurang lebih 34 juta orang percaya mengenai tuduhan ijazah palsu ini, Yang Mulia," ujarnya.
Lantas, apakah kamu salah satu orang yang percaya ijazah Jokowi palsu? Sampaikan jawaban kamu dalam polling kumparan di bawah ini.






Komentar (0)