Pendapatan B-LOG Tumbuh Jadi Rp1,13 Triliun, tetapi 86% Masih Bergantung pada Grup Alfamart

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Trimitra Trans Persada Tbk. (BLOG) atau B-LOG mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang Januari–September 2026. Emiten penyedia jasa logistik ini membukukan pendapatan bersih sebesar Rp1,13 triliun, naik 18,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp954,52 miliar.

Kenaikan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh dua perusahaan ritel Grup Alfamart, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI). Keduanya menyumbang sekitar 86% dari total pendapatan B-LOG selama sembilan bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, AMRT menjadi pelanggan dengan kontribusi pendapatan terbesar, yakni Rp808,36 miliar atau sekitar 71,4% dari total pendapatan perseroan. Pendapatan ini berasal dari berbagai layanan logistik B-LOG, mulai dari pengiriman dan penanganan barang hingga jasa penyimpanan.

Sementara itu, MIDI menyumbang pendapatan sebesar Rp165,11 miliar atau sekitar 14,6%. Jika digabungkan, kontribusi AMRT dan MIDI mencapai Rp973,47 miliar atau sekitar 86% dari keseluruhan pendapatan B-LOG.

Besarnya porsi tersebut menunjukkan bahwa pendapatan B-LOG masih sangat bergantung pada dua pelanggan dari Grup Alfamart. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menilai keberlanjutan pertumbuhan bisnis perseroan.

Beban Pokok Naik Lebih Cepat dari Pendapatan

Di tengah pertumbuhan pendapatan, beban pokok pendapatan B-LOG meningkat lebih tinggi, yakni 20,03% menjadi Rp915,70 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, beban pokok perseroan tercatat sebesar Rp762,90 miliar.

Kenaikan beban pokok yang melampaui pertumbuhan pendapatan tersebut mengindikasikan adanya tekanan terhadap margin laba kotor perseroan. Meski begitu, B-LOG memperoleh tambahan keuntungan dari penjualan aset tetap sebesar Rp27,33 miliar, meningkat dibandingkan Rp15,79 miliar pada periode sebelumnya.

Hingga akhir September 2026, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp120,87 miliar. Angka ini meningkat sekitar 11% dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp108,99 miliar.

Dengan demikian, pertumbuhan laba bersih B-LOG masih lebih lambat dibandingkan kenaikan pendapatannya yang mencapai 18,5%.

Baca Juga: CGAS Perluas Stasiun CNG di Tiga Daerah, Laba Bersih Tembus Rp17 Miliar

Baca Juga: Kinerja Laba Melesat, PGEO Buka Peluang Bagi Dividen di Atas 50%

Direktur Utama B-LOG Maickel Tilon menjelaskan, pertumbuhan kinerja perseroan didorong oleh peningkatan produktivitas layanan logistik rantai pasok business-to-business (B2B) yang dikelola secara optimal.

Ia mengatakan, perseroan terus meningkatkan efektivitas operasional sekaligus menjaga profitabilitas seiring dengan perkembangan skala bisnis. Upaya tersebut juga didukung oleh pengelolaan aset dan sumber daya secara disiplin.

Per 30 September 2026, total aset B-LOG tercatat mencapai Rp1,17 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir 2025.

"Seiring perkembangan bisnis di berbagai wilayah, kami berfokus menjaga profitabilitas melalui disiplin pengelolaan aset dan sumber daya sehingga pertumbuhan usaha berjalan seiring dengan kondisi keuangan yang sehat. Dengan demikian, Perseroan dapat menjaga kesinambungan layanan sekaligus mendukung kebutuhan pengembangan bisnis,” ujar Maickel dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (6/11/2026).

B-LOG Perkuat Kesiapan Hadapi Periode Natal dan Tahun Baru

Memasuki penghujung 2026, B-LOG menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kelancaran distribusi barang, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan logistik pada periode Natal dan Tahun Baru.

Perseroan akan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya manusia, memperluas jaringan distribusi, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kapasitas dan efektivitas operasional. Langkah ini diharapkan dapat memastikan layanan logistik tetap berjalan konsisten di tengah kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

Maickel menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia, perluasan jaringan distribusi, dan penggunaan teknologi yang adaptif menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.

“Didukung oleh manajemen sumber daya manusia, perluasan jaringan distribusi, serta penggunaan teknologi yang adaptif untuk meningkatkan kapasitas dan aktivitas operasional. Dengan konsistensi standar penanganan barang dan layanan yang terintegrasi, Perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun sekaligus mendukung kelancaran rantai pasok nasional,” pungkas Maickel.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pangdam Udayana semangati siswa Sekolah Rakyat Karangasem 
• 19 jam lalu
0
thumb
Namanya Masuk Daftar Penyadapan Jenderal Listyo Cs, Hercules: Aku Makin Hebat Saja
• 22 jam lalu
0
thumb
DSI Tegaskan Hanya Sebagai Perantara Ekspor, Tidak Beli Langsung Komoditas dari Perusahaan
• 1 jam lalu
0
thumb
2 WN China Ditangkap di Bali, Diduga Curi Uang WN Australia di Pesawat
• 13 jam lalu
0
thumb
Rupiah Melemah Jadi Rp18.095 per Dolar AS Jumat Pagi, Dipengaruhi Hasil Pemilu Sela AS
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.