BOGOR, DISWAY.ID - Pendakwah sekaligus konten kreator keislaman Habib Husein Ja’far Al Hadar bersama Wamensos Agus Jabo Priyono membekali para guru bimbingan konseling, wali asuh, wali asrama, dan satuan pengamanan, serta operator Sekolah Rakyat cara mendidik siswa.
Dalam kesempatan ini Habib Ja'far berpesan agar memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa sebelum menilai perilaku mereka.
Menurutnya, perilaku negatif anak tidak selalu disebabkan kenakalan, tetapi bisa berakar dari trauma dan kondisi keluarga.
BACA JUGA:Sinergi Kemensos-KPAI Pastikan Perlindungan Siswa Sekolah Rakyat
“Kenakalan mereka itu bukan muncul dari kebencian mereka, tetapi bisa muncul dari trauma,” kata Habib Ja’far dalam acara Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Sekolah Rakyat di Harris Hotel and Conventions Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Kamis malam, 5 November 2026.
Karena itu, ia meminta para pendamping membangun kedekatan dengan siswa melalui empati, komunikasi dan perhatian.
Dengan memahami pengalaman hidup anak, pendamping diharapkan tidak mudah menghakimi atau memarahi mereka.
“Sering-seringlah ngobrol bersama mereka, sampai anda bisa merasakan pahit getir posisi mereka. Agar anda tidak gampang marah kepada mereka,” pesannya.
Habib Ja’far menegaskan, mendampingi siswa Sekolah Rakyat bukan sekadar pekerjaan, melainkan pengabdian kemanusiaan yang membutuhkan ketulusan dan profesionalitas.
BACA JUGA:Cakupan Hingga Desil 8, Kemensos Persiapkan Skema Baru PBI-JK
Ia mengingatkan para pendamping untuk meluruskan niat dalam menjalankan amanah tersebut.
Mengutip Surah Al-Ma’un ayat 1 dan 2, ia mengingatkan bahwa mempermainkan nasib anak-anak dari keluarga miskin melalui pengelolaan Sekolah Rakyat yang tidak profesional merupakan bentuk pendustaan terhadap agama.
“Tahukah kamu pendusta agama? mereka yang bermain dengan nasib orang miskin. Mereka yang tidak profesional dalam mengelola Sekolah Rakyat (berarti) itulah pendusta agama. Sehingga anda sekarang mau lompat ke neraka atau ke surga semua tergantung bagaimana memposisikan niat di Sekolah Rakyat,” jelas Habib Ja’far.
Ia juga menyampaikan tiga prinsip pendidikan yang perlu diterapkan pendamping, yakni membangun karakter, menciptakan kompetisi positif melalui berbagai kegiatan, serta memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
- 1
- 2
- 3
- »






Komentar (0)