Revitalisasi Pasar Ngadiluwih Kediri Hampir Rampung, 714 Pedagang Siap Menempati Lapak Baru

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Revitalisasi Pasar Ngadiluwih yang terbakar pada 2022 hampir sepenuhnya rampung setelah pedagang sekitar dua tahun menempati TPPS.

Sebanyak 705 tempat berjualan disiapkan, terdiri dari kios, lapak, dan foodcourt.

Dari 714 pedagang dalam data Disdagin Kabupaten Kediri, sebanyak 76 orang masuk daftar tunggu.

Pedagang berharap pasar baru lebih ramai sehingga omzet dan aktivitas ekonomi kembali meningkat.

Kediri (beritajatim.com) – Revitalisasi Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, yang terbakar pada 2022 kini hampir sepenuhnya rampung. Setelah sekitar dua tahun menempati Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS), para pedagang mulai bersiap menempati bangunan pasar yang lebih bersih dan representatif.

Pengundian lapak menjadi salah satu tahapan yang kini dijalani pedagang sebelum kembali beraktivitas di pasar yang telah direvitalisasi. Mereka berharap fasilitas baru tersebut mampu mendatangkan lebih banyak pembeli sekaligus memulihkan omzet yang selama berjualan di TPPS dinilai belum maksimal.

Siti Muzayanah, salah seorang pedagang pakaian, mengaku lebih bersemangat menyambut kepindahan ke pasar baru. Ia berharap suasana pasar yang lebih tertata dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan penjualan.

“Saya lebih senang di sana (Pasar Ngadiluwih), saya berharap pasarnya lebih ramai dan laris,” ucapnya.

Harapan serupa disampaikan Rizal, pedagang ayam. Menurutnya, bangunan pasar yang kini lebih representatif diharapkan mampu mendongkrak aktivitas perdagangan. Ia juga melihat perkembangan ekonomi di Pasar Wates sebagai salah satu contoh yang membuatnya optimistis.

Mewakili pedagang lainnya, Rizal menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito atas perhatian terhadap keberlangsungan Pasar Ngadiluwih.

“Kita lihat ke depannya semoga perpindahan di pasar yang baru ekonominya berjalan lebih baik lagi,” katanya.

Siapkan 705 Tempat Berjualan, Pengundian Dilakukan Berdasarkan Zonasi

Pasar Ngadiluwih hasil revitalisasi tersebut memiliki 705 tempat berjualan yang terdiri dari kios, lapak, dan area foodcourt. Sementara itu, berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri, terdapat 714 pedagang yang terdata. Sebanyak 76 orang di antaranya masuk dalam daftar tunggu.

Kepala Disdagin Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan pembagian zonasi telah dilakukan pada akhir Oktober 2026. Tahap berikutnya difokuskan pada pengundian lapak sesuai zonasi yang telah ditentukan.

Pengundian dilakukan untuk memastikan setiap pedagang mendapatkan tempat secara lebih adil dan transparan, sehingga tidak terjadi perebutan lokasi berjualan.

Pengundian lapak Pasar Ngadiluwih Kediri

“Setelah pengundian, dijadwalkan pada minggu kedua hingga keempat November, pedagang akan melakukan pembuatan sekaligus pemasangan lapak jualan,” jelas Tutik.

Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum pedagang kembali menempati pasar. Pemerintah daerah berharap proses penataan berjalan tertib sehingga aktivitas perdagangan dapat segera beroperasi di bangunan baru.

Bupati Minta Pembagian Lapak Merata dan Adil

Sebelumnya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menitipkan pesan agar pembagian tempat berjualan dilakukan secara merata dan adil. Penataan tersebut penting mengingat jumlah tempat berjualan yang tersedia perlu disesuaikan dengan data pedagang yang telah terdaftar.

Dengan pengundian berdasarkan zonasi, pemerintah daerah berupaya memberikan kepastian lokasi kepada pedagang sekaligus menghindari konflik dalam proses pembagian lapak.

Bagi pedagang, kepindahan dari TPPS ke bangunan pasar yang baru bukan sekadar perubahan tempat berjualan. Mereka berharap revitalisasi tersebut menjadi momentum kebangkitan ekonomi setelah aktivitas perdagangan selama masa penampungan dinilai belum optimal.

Pasar yang lebih tertata, fasilitas yang memadai, serta pembagian lapak yang transparan diharapkan dapat menciptakan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli. Dengan demikian, Pasar Ngadiluwih dapat kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat. [ADV PKP/nm]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jokowi minta keadilan usai tunjukkan ijazah di persidangan
• 11 jam lalu
0
thumb
Ginting Lolos ke Perempat Final Korea Open 2026, Fokus Evaluasi Permainan
• 21 jam lalu
0
thumb
Pemkab Banyuwangi ajukan 250 inovasi dan masuk nominasi IGA 2026
• 6 jam lalu
0
thumb
Survei Jalur Bakauheni-Merak Untuk Pastikan Kesiapan Pelayanan Nataru
• 2 jam lalu
0
thumb
Tim Gabungan Kodam XIV/Hasanuddin Verval KDKMP Desa Sampulungan, Progres Fisik 100 Persen Masih Ada Sejumlah Catatan
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.