Jakarta, tvOnenews.com - Misteri terpecahkan, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menceritakan siapa sosok Mulyanto dan Dumatno sebenarnya.
Sebelumnya, dua nama itu selalu disebut-sebut oleh kubu lawan terkait pusaran dugaan ijazah palsu.
Jokowi pun menceritakannya saat menjadi saksi dalam kasus tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (5/11/2026).
"Saudara saksi, saudara saksi kapan lahirnya?," tanya pengacara Tifa ke Jokowi.
- Tangkapan layar tvOnenews
"Saya lahir di Solo tanggal 21 Juni 1961," jawab Jokowi.
"Akta lahirnya bernama siapa, saudara saksi?," tanya pengacara Tifa.
"Yang Mulia, saya dari keluarga yang tidak mampu. Waktu itu kami tidak mengurus akta kelahiran pada saat lahir," jawab Jokowi.
Kemudian, pengacara Tifa bertanya soal nama kecil Jokowi yang diberikan orang tua. Jokowi pun mengatakan saat kecil dia bernama Mulyono lalu diubah menjadi Joko Widodo karena sering sakit.
"Waktu lahir bernama siapa, saksi? Waktu lahir oleh orang tua diberi nama siapa, saksi?," tanya pengacara Tifa.
"Saat itu diceritakan oleh ibu saya namanya Mulyono. Tetapi karena sakit-sakit, kemudian diganti menjadi Joko Widodo," jawab Jokowi.
Sosok Dumatno pun turut dibahas dalam persidangan itu. Jokowi mengatakan Dumatno bukanlah sosok yang ada di foto kelulusannya dan foto yang disandingkan dengan Iriana Joko Widodo.
"Di dalam unggahan video tersebut yang kita saksikan bersama-sama saudara saksi, terdakwa ada membandingkan foto dari saudara saksi dengan saudara Dumatno Budi Utomo. Bisa dijelaskan apakah saudara saksi memang kenal atau ada hubungan keluarga dengan Saudara Dumatno Budi Utomo?," tanya jaksa.
"Kenal, Yang Mulia. Tapi Dumatno Budi Utomo adalah sepupu jauh saya. Jadi satu kakek buyut. Dia lahir di 1977. Artinya, pada saat ijazah ini diterbitkan oleh UGM tahun 1985, Dumatno masih berusia kurang lebih 8 tahun, Yang Mulia," jawab Jokowi. (nsi)





Komentar (0)