Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan saham Jumat, 6 November 2026, di zona merah. Indeks saham domestik tersebut melemah 74,43 poin atau 1,48 persen ke level 4.955,83 pada pembukaan perdagangan sesi pertama.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan terhadap mayoritas saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, di tengah kondisi pasar yang terkoreksi, sejumlah saham justru berhasil mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk dalam daftar top gainers.
Bahkan, salah satu saham langsung menyentuh batas auto rejection atas (ARA) pada awal perdagangan.
Sementara itu, indeks saham unggulan yang tergabung dalam LQ45 juga bergerak melemah. Indeks tersebut turun 7,39 poin atau 1,44 persen ke posisi 506,25.
Mayoritas Saham Bergerak di Zona MerahBerdasarkan data perdagangan awal, IHSG bergerak di rentang 4.935 hingga 4.956. Tekanan jual terlihat dari jumlah saham yang mengalami penurunan harga jauh lebih banyak dibandingkan saham yang mencatatkan penguatan.
Mengacu pada data RTI, sebanyak 2,03 miliar saham telah diperdagangkan pada menit-menit awal pembukaan pasar. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp438,16 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 56.748 kali transaksi.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 55 saham berhasil menguat. Sebaliknya, 414 saham mengalami koreksi, sementara 127 saham lainnya bergerak stagnan.
Data tersebut memperlihatkan bahwa tekanan di pasar saham masih cukup besar pada awal perdagangan Jumat.
IHSG Diprediksi Menguat, Ini Level Support dan ResistanceDi tengah pelemahan IHSG pada pembukaan perdagangan, Reliance Sekuritas justru memproyeksikan indeks berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini.
Dalam risetnya, Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dengan level support di 4.962 dan resistance di 5.097.
Secara teknikal, perusahaan sekuritas tersebut melihat adanya sejumlah indikator yang memberikan sinyal positif terhadap pergerakan indeks.
Salah satunya terlihat dari indikator candle pattern yang membentuk pola two white soldiers atau pola bullish. Selain itu, indikator stochastic juga menunjukkan terjadinya golden cross.
Kombinasi kedua indikator teknikal tersebut menjadi dasar proyeksi Reliance Sekuritas terhadap peluang penguatan IHSG.
"Dengan demikian, IHSG hari ini diprediksi melanjutkan kenaikannya," tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya.






Komentar (0)