jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir merespons soal penundaan Piala Asia 2027.
Menurutnya, penundaan tersebut menguntungkan tim nasional Indonesia karena memberikan waktu persiapan lebih panjang.
BACA JUGA: Permintaan PSSI, Yordania Batalkan Duel Lawan Timnas Indonesia
"Kalau saya bilang, itu kesepakatan semua negara dan kita harus mengikuti. Kalau saya, ini menguntungkan Indonesia karena persiapan Timnas lebih panjang," kata Erick kepada awak media di Stadion ASIOP, Jakarta Pusat, Kamis.
Erick mengatakan penundaan tersebut memberikan kesempatan kepada timnas Indonesia untuk meningkatkan performa melalui agenda pertandingan internasional pada Maret dan Juni 2027.
BACA JUGA: AFC Tunda Piala Asia 2027, PSSI Lihat Peluang Emas untuk Timnas Indonesia
"Dengan itu, kita punya Maret dan Juni untuk bisa meningkatkan performa tim. Apalagi, ditambah nanti pada September sudah ada kualifikasi Piala Dunia, kemudian Oktober dan November. Jadi, tim benar-benar bisa full gear, tidak terpotong lalu berhenti," ujar Erick.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Selasa (3/11) mengumumkan penundaan Piala Asia 2027 di Arab Saudi dari jadwal semula 7 Januari–5 Februari 2027 menjadi 23 Desember 2027–21 Januari 2028.
BACA JUGA: PSSI Bidik 5 Negara Selain Belanda untuk Berburu Pemain Keturunan Timnas
AFC mengambil keputusan tersebut setelah melakukan pembahasan dengan panitia penyelenggara lokal dan Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF).
Penundaan itu mempertimbangkan situasi luar biasa di kawasan Timur Tengah, termasuk kendala logistik dan gangguan perjalanan.
AFC menyatakan perubahan jadwal diperlukan demi kepentingan seluruh tim peserta, ofisial, penonton, dan pemangku kepentingan lainnya.
Pada Piala Asia 2027, Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, juara bertahan Qatar, dan Thailand berdasarkan hasil pengundian pada Mei 2026.
Indonesia sebelumnya mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang keikutsertaannya di Piala Asia dengan lolos ke babak 16 besar edisi 2023 di Qatar.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean





Komentar (0)