Murka Jokowi Karena Orang Tua Ikut Terseret Tudingan Ijazah Palsu: Siapa Tidak Sakit?

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

VIVA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo akhirnya menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu yang menyeret sejumlah pihak sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis malam.

"Semua bukti-bukti sudah kita tunjukkan, kemudian juga utamanya empat ijazah, ijazah SD, ijazah SMP, ijazah SMA, dan ijazah S-1 saya. Semuanya sudah saya tunjukkan kepada majelis hakim, kepada pihak terdakwa, dan dari jaksa penuntut umum," kata Jokowi seusai persidangan.

Baca Juga :
Jokowi Bocorkan Alasan Dirinya Kini Tak Kenakan Kacamata di Sidang Dokter Tifa
Usai 12 Jam Bersaksi di Sidang Ijazah Palsu, Jokowi Beri Pesan Menohok ke Roy Suryo-Tifa

Dalam persidangan Jokowi memperlihatkan secara langsung dokumen pendidikannya, termasuk ijazah aslinya.Meski telah menunjukkan dokumen tersebut, Jokowi menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian perkara kepada majelis hakim. Dia berharap perkara yang selama ini bergulir dapat diselesaikan melalui proses hukum secara adil.

"Kita serahkan semuanya pada Yang Mulia Majelis Hakim yang terhormat. Saya hanya minta keadilan agar nama baik saya terhadap tuduhan ijazah palsu ini betul-betul bisa diselesaikan dengan baik," ujarnya.

Namun, ujar Jokowi, kehadirannya sebagai saksi dan penunjukan dokumen pendidikan belum menjamin persoalan tudingan ijazah palsu tersebut langsung selesai.

"Ya tidak semudah itu. Dulu kan banyak yang minta, 'Pak, tunjukkan ijazahnya saja, tunjukkan pasti rampung'. Sudah di pengadilan saja belum tentu juga rampung kok," ucapnya.

Selain meminta keadilan, Jokowi mengungkapkan kekecewaannya terhadap tuduhan yang dinilainya turut menyeret nama kedua orang tuanya. Menurut Jokowi yang membuat ia tersinggung dan marah adalah tudingan tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga menyentuh kehormatan ayah dan ibu kandungnya.

"Ya jelas, saya sangat tersinggung sekali. Saya sangat marah sekali karena orang tua saya, ibu kandung saya, bapak kandung saya dibilang seperti itu," katanya.

Jokowi mengatakan kedua orang tuanya memiliki peran besar dalam perjalanan hidupnya, mulai dari merawat sejak bayi hingga membiayai dan mendukung pendidikannya.

"Karena beliau, apa pun beliau yang memberi makan saya sejak bayi, yang menyekolahkan saya sejak bayi, kemudian dikata-katai dengan kata-kata seperti itu. Siapa yang enggak sakit?" ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi berharap perkara tudingan ijazah palsu yang bergulir di pengadilan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan tuduhan terhadap orang lain.

Baca Juga :
Ditanya Jaksa Pernah Rekonstruksi Wajah atau Tidak, Jokowi: Enggak Pernah Make Up Juga!
Jokowi Ungkap Sosok Dumatno Budi Utomo, Sepupu Jauh yang Lahir pada 1977 dan Masih 8 Tahun saat Ijazah UGM Terbit
Ditanya soal Dugaan Makar Pemerintahan Prabowo, Jokowi: Ikuti Proses Hukum

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lampaui target tahunan, investasi Sulteng tembus Rp116 triliun
• 10 jam lalu
0
thumb
Jokowi Keberatan Dicecar Tim Hukum Roy Suryo soal Listyo Sigit di Persidangan
• 14 jam lalu
0
thumb
Eropa Dalam Bahaya! Serangan Siber Hantam 15 Negara, Bank hingga Penyimpanan Darah Jadi Sasaran!
• 16 jam lalu
0
thumb
Roy Suryo Tolak Hasil Labfor Ijazah Jokowi Era Listyo Sigit, Minta Diuji Ulang
• 16 jam lalu
0
thumb
Tak Terima Dihujat, Umi Pipik Buka Suara Soal Kado Motor dari Raffi Ahmad, Bantah Lupakan Kebaikan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.