Jakarta, VIVA - Bareskrim Polri menetapkan Irjen Slamet Uliandi sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Dengan penetapan tersebut, jumlah tersangka dalam kasus ini bertambah menjadi empat orang.
"Perkembangan penyidikan terkait peningkatan status tersangka dengan inisial SU yang sebelumnya masih berstatus saksi. Berdasarkan hasil gelar perkara maka penyidik menyimpulkan bahwa saudara SU telah terpenuhi unsur perbuatan melawan hukum," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Suhermanto di Mabes Polri Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026).
Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik belum menahan Irjen Slamet Uliandi. Hal ini karena jenderal bintang dua tersebut masih menjalani pengobatan setelah mengalami stroke. Sementara itu, tiga orang tersangka lainnya yakni Mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit dan dua petinggi Polri lainnya yakni Kadiv Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Pol Eko Hadi telah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua.
"Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini jumlah tersangka dalam kasus ini sebanyak 4 orang. Tiga dilakukan penahanan di Mako Brimob, untuk tersangka SU saat ini belum bisa kita lakukan penahan karena dalam kondisi sakit pasca stroke," kata dia.
Sementara itu, terkait perannya dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, Brigjen Pol Suhermanto menjelaskan bahwa Irjen Slamet Uliandi menyetujui permintaan penghapusan rekaman atau berkas hasil penyadapan yang diajukan tersangka lainnya yakni Kadiv Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Pol Eko Hadi.
"Peran tersangka SU adalah sebagai dewan Pembina dari MC Bareskrim Polri dimana yang bersangkutan per nah menjabat sebagai kabag monitoring Bareskrim dari tahun 2010-2019. Sampai dengan saat ini Kabagmon tersangka EH dan AS jika akan melaksanakan penyadapan harus mendapat izin dari saudara SU. Awal Oktober 2026 tersangka AS meminta izin untuk melakukan penghapusan hasil penyadapan terhadap SU dan tersangka SU meng-acc melakukan penghapusan terhadap file hasil penyadapan selama ini," kata dia.






Komentar (0)