Jasad Istri Dibakar Perampok, Suami di Indramayu Curiga Ada Mutilasi: Kepalanya Tak Ada

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Keluarga Hj. Komariah (46), korban pembunuhan disertai perampokan di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mempertanyakan kondisi jasad korban yang ditemukan terbakar di dalam mobil.

Suami korban, Dudung Badrun, mencurigai istrinya tidak hanya dibunuh, tetapi juga dimutilasi sebelum jasadnya dibakar bersama mobil Mitsubishi Xpander miliknya. Kecurigaan itu muncul setelah keluarga menerima sisa jasad korban yang disebut memiliki berat tidak lebih dari 10 kilogram dan tidak ditemukan bagian kepala.

"Ketika jasad almarhumah itu terbakar, saya mengangkat bekasnya (jasadnya) itu tidak lebih dari 10 kilo. Enteng sekali, dan tidak ada kepalanya. Secara kasat mata kalau melihat orang dibakar dalam satu tubuh yang utuh, itu mekeret (menciut). Tapi kalau terpotong-potong, berarti ada indikasi mutilasi. Ini yang harus dikembangkan dan dibuka transparan," ungkap Dudung saat konferensi pers di rumah mertuanya, Kamis (5/11).

Dudung meminta kepolisian mengungkap hasil autopsi secara transparan. Menurutnya, keluarga perlu mendapatkan penjelasan apakah jasad Komariah masih dalam kondisi utuh atau sudah terpisah-pisah sebelum dibakar.

Ia juga meminta penyidik mempertimbangkan keterangan dan temuan yang disampaikan keluarga dalam proses penyidikan. Menurut Dudung, pengungkapan perkara tidak boleh hanya berdasarkan pengakuan para tersangka.

Selain kondisi jasad, Dudung mengungkapkan sejumlah kejanggalan yang menurutnya perlu didalami penyidik. Salah satunya terkait durasi kejadian di rumah korban yang diperkirakan berlangsung selama empat jam, sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB.

"Kalau hanya membunuh, dikampak 5 kali sudah mati. Kalau hanya mengambil harta, membongkar rumah itu mudah. Kenapa butuh waktu sampai 4 jam?" tuturnya.

Keluarga juga mempertanyakan temuan bercak darah di lima titik berbeda di dalam rumah, di antaranya kamar tidur dan area depan televisi. Dudung menilai persebaran bercak darah tersebut perlu ditelusuri untuk mengetahui rangkaian kejadian yang sebenarnya.

Selain itu, ia menyoroti adanya sejumlah bagian rumah yang diduga telah dibasuh atau dibersihkan pelaku untuk menghilangkan jejak.

Dudung juga menyebut uang tunai ratusan juta rupiah dan perhiasan emas milik korban raib. Ia mengatakan, saldo rekening istrinya kini hanya tersisa sekitar Rp 500 ribu, padahal korban sebelumnya baru mengambil uang tunai dalam jumlah besar.

Menurut Dudung, perhiasan emas yang biasa dikenakan istrinya juga hilang dalam jumlah cukup banyak, bahkan diperkirakan mencapai ratusan gram.

Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Arwin mengatakan pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan kondisi jasad korban, termasuk apakah kerangkanya masih utuh atau tidak.

"Untuk kerangka sendiri kita masih menunggu hasil otopsi bersama-sama, apakah kerangka itu utuh atau tidak, nanti hasil otopsi yang akan menjelaskan," jelasnya.

Keluarga berharap kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut, termasuk dugaan mutilasi yang mereka sampaikan. Dudung juga meminta agar para pelaku dijatuhi hukuman maksimal sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pelaku Tetangga Korban

Kasus pembunuhan Komariah sebelumnya terungkap setelah polisi menangkap dua pria berinisial FSS (31) dan NW (28). Keduanya merupakan tetangga korban.

Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar, mengungkapkan pembunuhan tersebut diduga dilatarbelakangi dendam pribadi FSS terhadap korban.

FSS disebut sakit hati karena kerap diejek dan direndahkan oleh Komariah terkait pembangunan bengkel motor dan renovasi rumah yang disebut menggunakan uang hasil utang.

Peristiwa pembunuhan terjadi pada Senin (2/11) sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, FSS datang ke rumah korban dengan alasan memperbaiki tiang penangkal petir.

Setelah pekerjaan selesai, Komariah meminta FSS mengebor bagian dinding musala untuk memasang gantungan tasbih. Ketika korban berdiri membelakangi pelaku untuk melihat hasil pengerjaan, FSS diduga memukul bagian belakang kepala korban menggunakan palu besi sebanyak lima kali hingga meninggal dunia.

Setelah membunuh korban, FSS membersihkan bercak darah di rumah tersebut dan menghubungi NW untuk membantu memindahkan jasad Komariah ke dalam mobil Mitsubishi Xpander putih milik korban.

Keduanya kemudian membawa mobil tersebut berkeliling hingga ke wilayah Cikawung, Kabupaten Indramayu. Sekitar pukul 23.00 WIB, FSS menyiramkan bensin dan membakar mobil yang di dalamnya terdapat jasad Komariah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polresta Deli Serdang Gagalkan Penyelundupan 15,5 Kg Sabu Asal Aceh di Tol Pangkalan Brandan
• 10 jam lalu
0
thumb
Kritik Pedas Pelatih Timnas Futsal Putri Indonesia untuk SEA Games 2027: Langkah Mundur dan Tak Adil
• 7 jam lalu
0
thumb
Alasan Irjen Slamet Uliandi Belum Ditahan usai Jadi Tersangka Baru Dugaan Penyadapan Presiden
• 1 jam lalu
0
thumb
Menkomdigi: Satu Data Indonesia Membuat Warga Tak Perlu Berulang Serahkan Data
• 5 jam lalu
0
thumb
Kompetensi Guru SD Digenjot, Sebelum Bahasa Inggris Sejak Kelas 3 SD Diterapkan
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.