Gunung Semeru Erupsi, Guguran Awan Panas Meluncur 4,5 Km, Ini Pesan BNPB

narasi.tv
6 jam lalu
Cover Berita

Gunung tertinggi di Pulau Jawa ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau Gunung Semeru kembali mengalami erupsi dengan mengeluarkan awan panas guguran (APG) sejauh 4.500 meter pada Kamis, 05 November 2026.

Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.24 WIB. Erupsi disertai kolom abu vulkanik tebal yang membumbung hingga 700 meter di atas puncak kawah atau mencapai ketinggian sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur pada tanggal 5 November 2026 pukul 09:24 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak 4.376 m di atas permukaan laut," ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulisnya.

Sebelumnya pada pukul 06.33 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya.

"Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 224 detik. Letusan juga disertai awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 3 kilometer dari puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jawa Timur.

Selama dua jam kemudian, tepatnya pada pukul 08.43 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan disertai awan panas guguran dengan jarak luncur 3,5 km dari puncak yang mengarah ke tenggara, yakni Besuk Kobokan.

Letusan Semeru dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 251 detik.

"Luncuran awan panas tersebut mengarah ke tenggara atau Besuk Kobokan, sedangkan sebaran abu vulkanik mengarah ke barat daya," katanya.

Sigit menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga dengan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Warga dan Penambang Jauhi Zona Bahaya

Sigit juga meminta warga untuk teruss mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," katanya.

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat, wisatawan, serta para penambang pasir agar segera menjauhi zona bahaya menyusul terjadinya erupsi Gunung Semeru.

Sementara bagi pendaki dan wisatawan diminta agar menunda pendakian, dan tidak mengambil risiko demi konten atau wisata.

Adapun khusus bagi para penambang pasir di sekitar aliran sungai, kata dia, BNPB memberikan instruksi tegas untuk segera menghentikan aktivitas penambangan di zona bahaya, mengevakuasi alat berat dari dasar sungai, serta mematuhi batas jarak aman demi keselamatan jiwa.

"Kami mengingatkan agar patuhi arahan petugas di lapangan. Lalu tetap menggunakan masker dan kacamata pelindung saat terjadi hujan abu, serta menyiapkan tas siaga darurat," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta. Mengutip ANTARA.

Baca Juga:Profil Abdul El-Sayed, Politikus Muslim Sayap Kiri Yang Terpilih Jadi Senator AS

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dua prajurit TNI gugur dalam kecelakaan helikopter Mi 17V5 di Kalteng
• 13 jam lalu
0
thumb
Piala Asia 2027 Dijadwal Ulang, Sekjen FA Singapura Badri Ghent Buka Suara: Dukung atau Menolak?
• 16 jam lalu
0
thumb
BPBD Lumajang Perkuat Pemantauan Gunung Semeru dengan Tambah 8 CCTV Pantauan
• 16 jam lalu
0
thumb
Roy Suryo Nilai Ijazah Ditunjukkan Jokowi Beda: Kelihatan Di-print Ulang
• 14 jam lalu
0
thumb
Peneliti Uji Obat Flu dan Batuk dari Sisa Mumi, Ini Hasilnya
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.