Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan sidak pembangunan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 Pluit, Jakarta Utara pada Kamis (5/11).
Sidak tersebut dilakukan AHY bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) guna memastikan jalannya pembangunan.
AHY mengatakan, proyek sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) itu telah mencapai 76 persen pembangunannya.
"Progresnya sebetulnya lebih cepat dari timeline yang telah ditentukan 76 persen, kurang lebih ya kalau tidak salah 76 persen. Artinya dalam kurun waktu 8, 9, 10 bulan ke depan ini kita bisa terus kejar dan pastikan bahwa benar-benar akan terwujud dengan baik," kata AHY kepada awak media, Jakarta, Kamis (5/11).
AHY memaparkan proyek JSDP tersebut diperkirakan dapat memberikan manfaat air bersih kepada sekitar 1 juta penduduk.
Menurutnya instalasi modern ya memakan anggaran berkisar Rp7,7 triliun rupiah ini diperkirakan menjadi solusi dalam penyaluran air bersih di wilayah padat penduduk seperti Ibu Kota Jakarta.
"Dan itu sendiri adalah produk yang bisa dimanfaatkan di kemudian hari. Tapi yang utama tentu air nanti juga akan diarahkan ke waduk lewat ini sehingga kalau 3.000 liter per detik ini bisa lancar setiap hari, setiap saat maka mudah-mudahan akan mengurangi beban masyarakat untuk mendapatkan air bersih yang mencukupi," katanya.
Di sisi lain, AHY mengungkap pembangunan proyek pengelolaan air limbah menjadi air bersih ini juga terbilang dalam menakan penggunaan ekstrasi air tanah.
Terlebih, penurunan permukaan tanah kerap dialami kota-kota besar di Indonesia termasuk Jakarta akibat ekstraksi air yang terus dilakukan.
"Dengan demikian kita tidak berharap terlalu banyak melakukan ekstraksi air dalam tanah, itulah yang sering menyebabkan land subsidence, penurunan permukaan tanah. Jadi setelah tadi diolah, saya tadi mendapatkan penjelasan secara teknis tentunya Kementerian PU yang paling menguasai bagaimana setelah itu diolah di instalasi ini sebagian kemudian menjadi sludge atau lumpur," ungkapnya.
Tak hanya itu, kata AHY, pemerintah terus memperkuat pembangunan fasilitas berteknologi canggih dalam memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat.





Komentar (0)