Pidie, ERANASIONAL.COM – Insiden penembakan yang terjadi saat pelaksanaan kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Rabu (4/11/2026), mendapat sorotan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh.
Peristiwa yang diduga dipicu oleh pengibaran bendera Bintang Bulan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.
Direktur LBH Banda Aceh, Aulianda Wafisa, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas insiden tersebut.
Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya terhadap petugas yang berada di lapangan, tetapi juga pihak-pihak yang diduga memberikan perintah pengerahan pasukan.
“Kekerasan bersenjata yang merenggut nyawa manusia tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Apalagi, peristiwa tersebut terjadi di tengah upaya masyarakat Aceh menjaga stabilitas dan merawat perdamaian yang telah dibangun melalui perjalanan panjang,” ujarnya.
Menurut Aulianda, tidak ada ruang bagi tindakan kekerasan, intimidasi, maupun perbuatan lain yang dapat mengancam keselamatan masyarakat sipil.
Ia menilai, insiden yang menyebabkan satu warga meninggal dunia dan sembilan lainnya terluka itu merupakan persoalan serius karena menyangkut rasa aman masyarakat serta kepercayaan rakyat Aceh terhadap proses perdamaian yang selama ini terus dijaga.
LBH Banda Aceh menekankan pentingnya penegakan hukum secara transparan dan akuntabel agar seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. []






Komentar (0)