IHSG Ditutup Menguat 2,25%, Saham ANTM Naik 4,62% seiring Kenaikan Harga Emas

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan hingga penutupan perdagangan Kamis (5/11). IHSG ditutup di level 5.030,26, naik 2,25% atau 110,49 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 4.998,34. Indeks sempat menyentuh level terendah 4.995,45 sebelum bergerak menguat hingga penutupan perdagangan. Tercatat sebanyak 440 saham menghijau, 178 saham melemah, dan 99 saham lainnya tidak bergerak.

Selain itu, volume transaksi perdagangan mencapai 22.901 miliar saham dengan frekuensi 1,32 juta kali. Adapun kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 8.901,80 triliun, sedangkan nilai transaksi mencapai Rp 9,98 triliun.

Sejumlah saham yang menjadi perhatian dalam perdagangan hari ini antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Berdasarkan ulasan CGS International Sekuritas Indonesia, saham ANTM ditutup menguat 4,62% setelah sempat naik 7,69%. Penguatan saham emiten tambang tersebut sejalan dengan kenaikan harga emas sebesar 3,3% di tengah pelemahan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama.

Sementara itu, saham PGAS ditutup naik 3,28% setelah sempat menguat 4,38%. CGS menyebut kinerja keuangan perseroan sepanjang sembilan bulan pertama 2026 menjadi salah satu katalis. Pada periode tersebut, PGAS membukukan laba bersih US$ 293 juta, tumbuh 23,1% secara tahunan.

Saham INTP juga ditutup menguat 1,75%. Kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini menjadi salah satu pendorong. INTP mencatatkan laba bersih Rp 1,3 triliun, naik 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun saham PT Astra International Tbk (ASII) menguat 0,61%, setelah sempat naik 1,02%. Menurut CGS, rencana pemerintah memberikan insentif bagi mobil hybrid menjadi salah satu katalis bagi saham Astra, mengingat perseroan menguasai pangsa pasar kendaraan hybrid.

Di sisi lain, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) ditutup melemah 2,23%, meski sempat menguat 1,66%. Padahal, kinerja keuangan PTBA sepanjang sembilan bulan pertama 2026 melampaui ekspektasi, dengan laba bersih mencapai Rp 4,4 triliun atau tumbuh 216% secara tahunan.

Saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) juga terkoreksi 6,75%, berbalik arah dari penguatan 1,31% yang sempat dicatatkan sebelumnya. CGS mencatat AALI membukukan laba bersih Rp 1,9 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 78% secara tahunan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sisi Gelap Jalan Pintas Berbuah Petaka di Film Dewi Siluman Ular
• 23 jam lalu
0
thumb
6 Korban Kecelakaan Truk Molen Bekasi Mulai Membaik
• 7 jam lalu
0
thumb
Gelar Mitigasi Bencana Megathrust Bagi Pengurus Masjid, Dompet Dhuafa Gandeng MUI Serta BPBD Jatim
• 3 jam lalu
0
thumb
Polemik Revisi UU Tipikor: Memperkuat atau Memperlemah Penanganan Korupsi?
• 22 menit lalu
0
thumb
Jokowi Tunjukkan Ijazah di Sidang, Refly Harun Soroti Tak Ada Izin Hakim
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.