AHM Bicara Kans Pasar Roda Dua Nasional Bisa Tembus 8 Juta Unit

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

PT Astra Honda Motor (AHM) yakin pasar sepeda motor nasional bisa kembali ke level 7,5 juta sampai 8 juta unit per tahun. Angka itu nyaris setara rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni 8,04 juta unit pada 2011 silam.

Proyeksi ini disampaikan Direktur Pemasaran AHM, Octavianus Dwi Putro, saat ditemui di Milan, Italia, Rabu (4/11/2026).

"Semoga bisa 7,5. Ya mungkin akan menyentuh angka pernah tertinggi yang market motor pernah 7,8-8 juta (unit)," ujar Octavianus.

Untuk mencapai angka itu, pasar masih harus menempuh jalan panjang. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memproyeksikan penjualan motor nasional tahun ini minimal 6,5 juta unit. Jika tercapai, angka itu menjadi yang tertinggi sejak 2015, ketika penjualan tercatat 6.480.155 unit.

Sampai September 2026, distribusi motor dari pabrik ke diler (wholesales) mencapai 5.016.421 unit. Menurut Ketua Umum AISI Thomas Wijaya, angka itu tumbuh 3,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Artinya, target AHM berada sekitar 1 juta hingga 1,5 juta unit di atas proyeksi AISI untuk tahun ini. Pasar motor Indonesia pernah berada di masa jaya. Data AISI mencatat penjualan naik dari 7,39 juta unit pada 2010 menjadi 8,04 juta unit pada 2011, rekor yang belum terpecahkan hingga sekarang.

Setelah itu pasar mulai turun. Pada 2012 penjualan terkoreksi ke 7,06 juta unit, bertahan di kisaran 7 juta unit sampai 2014, lalu jatuh ke 6,48 juta unit pada 2015. Pada tahun-tahun berikutnya pasar sempat menyusut ke sekitar 5 juta unit per tahun, sebelum naik lagi ke kisaran 6 juta unit pada 2018 dan 2019.

Menurut Octavianus, proyeksi sebesar itu tidak bisa dicapai hanya dengan meluncurkan produk baru. Kuncinya adalah kemampuan pabrikan membaca perubahan perilaku konsumen dalam tiga hal: cara membeli (buying behavior), cara berkendara (riding behavior), dan pola mobilitas (mobility behavior).

Ia menilai konsumen yang punya daya beli belum tentu langsung membeli kalau produk yang ditawarkan tidak sesuai kebutuhan spesifik mereka.

"Jadi mesti matching di situnya. Makanya mesti ngelihatin kan buying behavior, riding behavior, mobility behavior-nya itu mesti di-matching-nya," kata Octavianus.

Menurutnya, pemahaman soal perilaku konsumen ini tidak bisa dipisahkan dari ciri khas pasar Indonesia yang sangat bergantung pada perusahaan pembiayaan.

Sebagian besar transaksi motor di Tanah Air memakai skema kredit, sehingga akses dan kemudahan pembiayaan menentukan apakah pasar bisa terus menembus jutaan unit per tahun.

Dengan demikian kombinasi antara produk yang tepat sasaran dan ekosistem pembiayaan yang kuat bisa membawa pasar roda dua kembali ke level tertingginya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jokowi Ungkap Awal Mula Lapor Tuduhan Ijazah Palsu ke PMJ
• 8 jam lalu
0
thumb
Anthony Ginting Kembali ke Performa Terbaik, Lolos ke Perempat Final Korea Open 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
Banjir Rendam Aceh Selatan dan Pidie Jaya, Ribuan Warga Terdampak | SAPA MALAM
• 22 jam lalu
0
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG 5 November 2026 untuk Wilayah Jabodetabek, Ada Potensi Hujan Ringan
• 14 jam lalu
0
thumb
Makan Konate Beri Ucapan Selamat untuk Persib Bandung yang Melaju ke Babak 16 Besar AFC Champions League 2026/2027
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.