Bank Sampoerna Catatkan Laba Kuartal III Rp 36 Miliar, Naik 104%

katadata.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Bank Sahabat Sampoerna membukukan kenaikan laba pada kuartal III-2026. Tercatat, laba sebelum pajak perusahaan sebesar Rp 36,16 miliar atau naik 104,18% dari periode sebelumnya (YoY) sebesar Rp 17,71 miliar. 

“Pencapaian ini menjadi landasan yang kuat bagi Bank Sahabat Sampoerna untuk tumbuh berkelanjutan dan melanjutkan komitmen mendukung pertumbuhan UMKM,” kata Direktur Finance & Business Planning Bank Sahabat Sampoerna, Henky Suryaputra dalam pernyataan resmi, Kamis (5/11).

CEO Bank Sahabat Sampoerna, Ali Yong menambahkan, tren positif juga dicatat Bank Sahabat Sampoerna atas pertumbuhan transaksi digital perusahaan. Dengan mengusung layanan berbasis Bank as a Service (BaaS), hingga September 2026, Bank Sahabat Sampoerna mencatat lebih dari 245 juta transaksi, naik sebesar 140,2% dari periode sebelumnya sekitar 102 juta transaksi. 

Dari transaksi BaaS ini, Bank Sahabat Sampoerna membukukan pendapatan sebesar Rp 150,47 miliar, tumbuh 398,62% dari tahun sebelumnya. Ali mengatakan di tengah tingginya tantangan di bisnis UMKM, bisnis BaaS ini mampu menopang pertumbuhan pendapatan Bank Sahabat Sampoerna beberapa tahun ke depan.

“Kami berterima kasih kepada regulator yang senantiasa mendukung pengembangan ekosistem digital Bank Sahabat Sampoerna. Kami juga terus membuka diri untuk kerja sama yang lebih luas dengan mitra strategis baru untuk memperluas jangkauan layanan digital hingga ke pelosok Tanah Air,” katanya.

Lebih lanjut sampai dengan akhir September 2026, Bank Sahabat Sampoerna telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 9,98 triliun, dengan 57% dari total pinjaman tersebut atau sekitar Rp 5,69 triliun merupakan pembiayaan yang disalurkan untuk pelaku UMKM, baik secara langsung dan tidak langsung.

Sejalan dengan penyaluran pinjaman tersebut, Bank Sahabat Sampoerna mencatat rasio NPL gross sebesar 2,87% pada kuartal III-2026 atau turun dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 4,12%. 

NPL Bank Sahabat Sampoerna ini masih berada di bawah ketentuan regulator sebesar 5% dan NPL gross industri UMKM yang mencapai 4,53%.

Kondisi ekonomi domestik dan global masih menjadi tantangan bagi industri perbankan. Tercatat, posisi rasio kecukupan modal (CAR) Bank Sahabat Sampoerna sebesar 31,31%, naik dari September 2025 sebesar 29,05% dan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio/LDR) 88.82%.

Henky menjelaskan, dengan terus mendorong literasi keuangan di berbagai daerah, kepercayaan masyarakat terhadap Bank Sahabat Sampoerna terus meningkat. 

 “Kondisi ini turut menopang ketersediaan likuiditas dalam mendukung penyaluran kredit perusahaan. Tercatat hingga akhir September 2026, penghimpunan dana murah (Current Accounts and Saving Accounts/CASA) dari giro dan tabungan mencapai Rp 2,24 triliun,” katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Habiburokhman Desak Polri Bongkar Motif Terselubung Listyo Cs Sadap Prabowo
• 10 jam lalu
0
thumb
Jakarta Kondusif, Tidak Ada Pengamanan Berlebihan di Area Istana
• 15 jam lalu
0
thumb
Kemenhub Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi, Dorong ke Angkutan Umum
• 16 jam lalu
0
thumb
Resmi! Cristiano Ronaldo Umumkan Pensiun
• 8 jam lalu
0
thumb
Quiles Sebut Veda Ega Gila usai Pamer Makan Belalang Goreng, Begini Reaksinya
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.